Selasa, 07 Apr 2020
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Windu Sucipta Daur Ulang Kayu Bekas, Diburu Wisatawan Eropa

05 Maret 2020, 13: 01: 29 WIB | editor : I Putu Suyatra

Windu Sucipta Daur Ulang Kayu Bekas, Diburu Wisatawan Eropa

HASIL KREATIF: Karya seni Windu Sucipta yang akhirnya mampu menarik pasar, bahkan sampai luar negeri. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

Naluri kreatif muncul dari sosok Windu Sucipta. Bahkan saat ini usahanya sudah mulai berkembang dalam bidang Sign Board Painting hingga Digital Painting. Bahkan karyanya sudah tersebar sampai keluar Bali bahkan keluar negeri.

 

NI LUH DIAN SURYANTINI, Denpasar

PADA umumnya melukis dilakukan diatas kain kanvas. Namun berbeda halnya dengan Windu Sucipta. Ia melukis diatas kayu bekas. Berbagai macam tema lukisan ia tuangkan dalam sebuah seni lukis. Tidak hanya lukisan yang berbentuk gambar, tapi beberapa quotes atau kata mutiara juga ia lukiskan diatas media kayu bekas.

Karya Windu sudah tersebar diberbagai tempat. Baik di Bali maupun di luar Bali. Lukisan-lukisan ini ada hampir di seluruh rumah makan, hotel, villa, kafe, rumah tinggal atau tempat lainnya. Berawal dari hobi melukisnya, pria asal Penarukan, Singaraja ini berhasil membuka usaha lukis yang berbeda dari biasanya dengan mengambil konsep recycle wood. Dalam proses pembuatannya, Windu mendapatkan bahan baku kayu bekas dari wilayah Gianyar dan Bangli.

Ditemui di rumahnya, di kawasan Jalan Tukad Batanghari X, Renon, Putu Windu Sucipta menuturnya, usaha sign board milikinya ini berawal dari dirinya berhenti dari pekerjaan di kapal pesiar. Lalu ia merintis usaha dengan mencoba melukis. “Saya sebut ini Vintage Style dengan konsep recycle wood (daur ulang kayu). Bahannya dari kayu bekas yang sudah tak terpakai lagi. Saya pakai kayunya yang Albesia atau Jati Belanda,” tuturnya.

Disamping itu, Windu juga menerima pesanan dari customer yang ingin request lukisan sesuai dengan selera pembeli. “Kami bisa request lukisan juga. Harnya tergantung pada ukuran. Kalau request harganya dari Rp 420 ribu sampai Rp 600 ribu. Yang biasa, yang ukuran kecil harganya Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu,” sambungnya.

Jika dilihat dari bentuknya, kayu bekas yang digunakan tidak memiliki tekstur yang sempurna. Hal itu lebih menambah aksen asrtistik pada karya yang dibuatnya. Saat ini Windu tidak saja memproduksi lukisan dari kayu saja. Ia pun merambah ke digital painting. Jika sebelumya ia melukis diatas kayu, maka kini ia melukis dengan menggunakan aplikasi Procreate di Ipad Pro. Setelah design dibuat, selanjutnya hasilnya diprint diatas kain kanvas. Untuk mengerjakan satu buah karya Windu tak membutuhkan waktu lama. “Cukup 1-2 jam saja selesai kok. Tergantung mood juga dan tingkat kerumitannya. Kalau gak mood ya gak bakal selesai. Ada satu karya saya 1 minggu gak kelar-kelar. Karena saya gak mood,” katanya.

Untuk digital painting, Windu baru memulainya tahun 2019. Per bulannya ia bisa memproduksi 1.000 pcs lukisan dari wood painting maupun digital painting. Dalam proses pengerjaannya pun, Windu dibantu oleh sang istri. Dari usahanya ini Windu meraup omset Rp 40 juta sampai Rp 50 juta per bulannya.

Lukisan-lukisan yang dituangkan dalam media kayu untuk wood paintingnya dan media kanvas untuk digital painting memiliki tema yang beragam. Untuk wood painting Windu mengambil tema tropical hingga romantic. Namun untuk digital paintingnya, Windu lebih menekankan budaya Bali dalam lukisannya. “Yang digital painting saya lebih menonjolkan budayanya. Seperti lukisan Tin-Tin ini, dia lagi jalan-jalan, saya buat ada bunga kamboja di telinganya. Kemudian ada wisatawan surving di pantai, saya buat ada orang melastinya dan canang (sarana upacara umat Hindu) di beberapa sudut. Pokoknya saya selipkan budaya-budaya Bali. Biarpun modern, tapi tidak melupakan culture yang dimiliki,” jelasnya.

Lukisan-lukisan Windu banyak diburu wisatawan khususnya wisatawan Eropa. Namun wisatawan lokal juga banyak yang tertarik dengan karyanya. Disamping itu ada juga lukisan dengan tema karakter, seperti Presiden Jokowi, Najwa Sihab, David Bowie, Slash, Keith Richard dan tokoh legend lainnya. Selain harganya yang terjangkau, design-design yang dibuat juga tidak pasaran dan tidak ditemukan ditempat lain. Hal itulah yang membuat karyanya istimewa. (*)

(bx/bay/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news