Selasa, 07 Apr 2020
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Tiga Perupa Perempuan Bali Pamerkan Hasil Karya Bertema Pertiwi

05 Maret 2020, 18: 13: 35 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tiga Perupa Perempuan Bali Pamerkan Hasil Karya Bertema Pertiwi

PAMERAN: Tiga perupa perempuan Gusti Ketut Oka Armini, Ni Ketut Ayu Sri Wardani dan Ni Nyoman Sani menggelar pameran di Santrian Art Gallery, Sanur, Denpasar, Bali. (DIAN SURYANTINI/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Tiga perupa perempuan asal Bali yakni Gusti Ketut Oka Armini, Ni Ketut Ayu Sri Wardani dan Ni Nyoman Sani. Masing-masing hasil karya mereka akan dipamerkan di Santrian Art Gallery, Sanur. Pameran akan dibuka pada Jumat (6/3) sore dan berlangsung hingga 30 April 2020. Pameran lukisan dengan tema Pertiwi ini lebih banyak menampilkan sisi feminisme perempuan dan rasa syukur terhadap bumi. Dalam pameran ini akan dipamerkan 27 karya seni rupa yang terdiri dari lukisan media akrilik di atas kanvas, lukisan cat minyak di kanvas dan karya seni grafis cetak tinggi dengan media Lino (karet) yang dicetak di kertas.

Kehadiran pameran karya perempuan dapat dipastikan selalu mengundang perhatian, bukan hanya karena eksistensi mereka yang tidak sebanyak perupa dari kalangan laki-laki. Tetapi penghayatan mereka dalam berkarya selalu membawa cara pandang yang berbeda dalam menangani media seni rupa.

Ni Nyoman Sani yang berlatar pendidikan Seni Lukis S1 di STSI (sekarang ISI Denpasar) menampilkan karya seni lukis yang lebh banyak tervisualisasikan dengan cara ungkapan yang berbeda, melalui gesture dan komposisi warna yang khas mengungkapkan penghayatan diri antara sebagai perupa dan Ibu. “Jadi saya lebih cenderung menonjolkan sisi feminisme. Lebih kepada pengalaman hidup. Pemilihan warnanya pun dipilih yang lebih cerah dan lembut, namun ada aksen gelap yang terkesan ada sisi keras perempuan. Banyak unsure karakter dan juga emosi yang terekam dalam karya saya kali ini,” jelasnya dalam acara jumpa pers, Kamis (5/3) pagi di Santrian Art Gallery, Sanur.

Sama halnya dengan Ni Ketut Ayu Sri Wardani, seorang lulusan Seni Lukis ITB Bandung. Ia menuangkan pengalaman hidupnya dalam suatu karya seni rupa. Ia lebih memilih konsep alam dengan menggambarkan bagian-bagian dari Danau Toba. Tempat ini diabadikan dalam sebuah lukisan, sebab Toba adalah tanah kelahiran almarhum suami. Karyanya pun lahir dalam pergumulan batin yang berat. Sebab ia kehilangan seseorang yang sangat dicintai. Yakni suami yang juga partnernya. “Karya-karya saya ini terinspirasi dari sebuah penderitaan. Tidak saja dari penderitaan saya yang ditinggal suami. Sangat memilukan, namun juga penderitaan yang dialami oleh orang-orang seperti bom Bali, bencana alam dan masih banyak lagi. Toba hanyalah bagian kecil dari keindahan bumi ini. Toba menjadi inspirasi karya saya kali ini bukan saja alamnya yang idah, tetapi ada keindahan lain yang menyatu dengan anugrah cinta yang mengiringi perjalanan hidup saya,” jelas Ayu.

Berbeda dengan Gusti Ketut Oka Armini. Karya yang dihasilkan melalui teknik yang cukup rumit. Ia yang lulusan Design Grafis ISI Yogyakarta menggunakan teknik cetak cukil habis dengan media Lino (karet). Tema Pertiwi bgi Oka dimaknai ebagai ungkapan rasa syukur atas segala keindahan bumi pertiwi yang harus dijaga dan dilestarikan. “Frame kehidupan yang berubah dinamis dari waktu ke waktu, yang kemudian menginspirasi saya dalam berkarya,” jelasnya.

Tema itu terekam dalam guratan garis-garis yang ditorehkan dalam media lino dengan teknik cetak cukil habis (reduction print), yang menggambarkan komposisi tumbuhan liar puitik. (dhi)

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news