Selasa, 07 Apr 2020
baliexpress
Home > Bali Under The Moon
icon featured
Bali Under The Moon

Tari Segalanya bagi Rexa

16 Maret 2020, 11: 15: 39 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tari Segalanya bagi Rexa

SOSIAL : Dance bagi Rexa tak sekadar hobi, tapi sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Penari Rexa Frandana Putra cukup dikenal khayalak. Khusus bagi remaja yang banyak bergelut di dunia K-Pop dance cover di Bali. Di beberapa kompetisi dan event menarik, Rexa kerap 'unjuk gigi'.  Namanya pun dikenal luas bersama group dance Pink Print Team.


Selain itu, Rexa juga ikut aktif perform bersama GOG Crew, kelompok dance performance yang ditopang sejumlah anak muda berbakat. Sesekali waktu, kemampuan yang dimiliki pun ia manfaatkan untuk berbagi dengan orang-orang yang ingin mengenali dunia dance.  Dan, di Bali sendiri, aktivitas anak muda kelahiran Denpasar ini, kerap disibukan sebagai pelatih atau guru dance untuk mendampingi tim dance yang ingin mengikuti kompetisi.

Kepada Bali Express (Jawa Pos Group), pekan kemarin, Rexa bercerita banyak tentang ketertarikannya dengan dunia seni tari. Ia mengaku kepincut sejak K-Pop Dance booming di ranah pergaulan anak-anak muda.

"Dance memang sudah sangat lekat dengan kehidupan saya. Saya sudah suka dance dari kecil yang berawal dari suka K-Pop Dance yang cuma nari di kamar, lalu menjadi seorang performer yang merambah semua genre tari. Baik itu dance hiphop, modern dance, cabaret, kontemporer, fire dance, dan lainnya.  Ya sejak senior high school hingga sekarang, saya jadi full time dancer dan dance coach di beberapa tempat,” tutur Rexa dengan bangga.

Meski demikian, pencapaian serta prestasi yang kini dinikmatinya tak mudah.
Anak muda yang kini menginjak usia 22 tahun tersebut, mengaku bahwa satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah keseriusan untuk terus berlatih. Menurutnya, hobi tidak akan bisa berkembang ketika tidak diimbangi dengan ketekunan. “Buat saya dunia dance saat ini tidak sekadar hobi, tapi sudah menjadi passion. Saya terus berlatih dan mengembangkan kemampuan yang saya punya. Dan, sejak tahun 2014 silam, saya mulai memberanikan diri untuk perform di hadapan publik,” jelasnya.

Baginya, dunia dance adalah segalanya. Sebab, ketika dance, Rexa bisa mengekspresikan diri sekaligus menghilangkan kejenuhan. “Saya pikir dance ini punya manfaat yang sangat positif. Buktinya, meskipun schedule saya lagi padat, saya tetep latihan dance dan perform buat ngilangin penat,” ujarnya. Menurut Rexa, ketika hobi sudah menjadi passion, tak ada kendala berarti ketika menjalani peran sebagai dancer.


“Sejauh ini saya belum merasakam kesulitan apapun karena ini adalah passion saya. Ini adalah dunia saya, dan saya akan terus menggali dan mengasah skill, ingin terus belajar lagi dan lagi. Menjadi  international dancer adalah salah satu goals hidup saya,” aku Rexa. Selain bisa menghilangkan kejenuhan, peran dance bagi Rexa, juga bisa mengontrol emosi, bertemu banyak orang dan kenalan yang betul-betul memiliki passion yang sama.


“Aku bisa kenal sama banyak orang yang punya hobi yang sama  dan aku jadi bisa belajar banyak dari orang lain. Bisa sharing satu sama lain dan saling support juga," terangnya.

Keuntungan lainnya, lanjutnya,dance juga bagus buat jaga kesehatan plus badan jadi lebih fit. Pria kelahiran 10 Desember 1998 ini mengatakan, dunia dance saat ini tak bisa dianggap sebelah mata. Meski tak berdampak signifikan, akan tetapi sangat membantu untuk bisa menyalurkan hobi atau kegiatan yang sangat positif bagi kawula muda. Terlebih bagi dirinya yang sangat mencintai konsep K-Pop Dance dan Hip-hop. Aktivitasnya di dunia dance sangat berpengaruh besar untuk kehidupan sosialnya.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news