Senin, 06 Apr 2020
baliexpress
Home > Enjoy Bali
icon featured
Enjoy Bali

Baru Enam Bulan Diresmikan, Suwat Waterfall Pilih Tutup Akibat Korona

18 Maret 2020, 17: 52: 24 WIB | editor : I Putu Suyatra

Baru Enam Bulan Diresmikan, Suwat Waterfall Pilih Tutup Akibat Korona

WARTERFALL: Obyek Wisata Suwat Waterfall di Desa Suwat, Kecamatan Gianyar. (ISTIMEWA)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS -Badan pengelola obyek wisata air, Suwat Waterfall memutuskan untuk melakukan penutupan sementara. Pertimbangannya adalah situasi global virus corona saat ini yang dinyatakan pandemi di berbagai belahan dunia.Obyek wisata yang berlokasi di Desa Suwat, Kecamatan Gianyar ini akan ditutup sejak Kamis (19/3) hingga dua pekan ke depan.

"Kami sudah melakukan rapat dan memutuskan menutup sementara. Ini ujian bersama, virus ini menjadi masalah di mana-mana. Sebagai sikap, kami lebih mengutamakan kesehatan ketimbang hal lainnya," ujar Ketua Badan Pengelola Suwat Waterfall, Ngakan Putu Sudibya, Rabu (18/3). 

Pria yang juga Bendesa Adat Suwat ini mengatakan, memang berat rasanya sampai akhirnya pada kesimpulan penutupan sementara.  Namun ancaman virus corona tentu tidak bisa disepelekan. Terlebih obyek wisata yang dikelola desa itu baru diresmikan enam bulan lalu.

Ia tegaskan langkah ini paling tepat dan yang terbaik untuk masyarakat meski Suwat Waterfall sekarang ada pada posisi sedang dilirik wistawan mancanegara dan domestik. Setiap hari rata-rata pengunjung sekitar 50 wisatawan. "Nanti bagaimana perkembangannya akan kami bahas. Kalau sudah membaik, tentu akan kami buka lagi. Mari semua berusaha jaga kesehatan, berdoa bersama semoga wabah ini segera berakhir," jelasnnya. 

Humas Suwat Waterfall, Putu Darmendra mengatakan, keputusan penutupan sementara ini adalah respons terhadap pandemik corona yang merebak di berbagai belahan negara. "Sebelum kasus ini merebak di Indonesia, kami sudah melangkapi karyawan dengan masker dan hand sanitizer. Kami juga membatasi interaksi dan wisatawan. Mereka justru mengatakan bagus, sebab bagian dari protokol mitigasi kita di sini sudah berjalan," jelasnya.

Ia berharap agar obyek wisata lainnya juga menerapkan protokol keamana paling mendasar yaitu melengkapi pekerja dengan hand sanitizer dan masker. Jangan merasa tidak enak dengan wisatawan hanya karena kita memakai masker dan mencuci tangan setelah bersentuhan atau bersalaman.

"Mari ubah mindset, selama ini kita berasumsi harus belajar dari mereka. Sekarang mari bersama beritahu mereka, bagaimana cara melindungi diri dan orang lain dalam situasi seperti ini. Saya yakin wisatawan akan paham," imbuhnya. 

Sedangkan dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, Anak Agung Gde Putrawan mengaku sampai saat ini belum menutup obyek wisata yang dikelola oleh Pemkab Gianyar. "Sampai saat ini yang tiang ketahui belum ada," jelasnya. 

Disinggung apakah akan ada obyek wisata yang akan ditutup kedepannya?. Ia mengaku akan masih mengecek terkait dasar ataupun surat edaran yang ada." Coba tiang cek dumun," imbuhnya. 

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news