Selasa, 07 Apr 2020
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Pengarakan Ogoh-ogoh di Desa Adat Kota Tabanan Ditunda

19 Maret 2020, 18: 05: 56 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pengarakan Ogoh-ogoh di Desa Adat Kota Tabanan Ditunda

Bendesa Adat Kota Tabanan I Gusti Gede Ngurah Siwa Genta (kiri). (ISTIMEWA)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Parade atau pawai ogoh-ogoh yang rutin dilaksanakan Desa Adat Kota Tabanan pada malam pengerupukan terpaksa harus ditunda tahun ini. Hal itu diputuskan menyusul status siaga COVID-19.

Bendesa Adat Kota Tabanan, I Gusti Gede Ngurah Siwa Genta membenarkan perihal keputusan tersebut. Dirinya mengatakan bahwa penundaan pawai atau parade ogoh-ogoh pada malam Pengerupukan, Selasa (24/3) mendatang sudah berdasarkan hasil Paruman dan koordinasi yang dilaksanakan Rabu (18/3). Paruman dan koordinasi tersebut dilakukan guna menindaklanjuti Surat Edaran bersama PHDI Provinsi Bali, MDA Provinsi Bali, dan Pemerintah Provinsi Bali terkait Pelaksanaan Rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1942.

"Dimana diputuskan pelaksanaan pengarakan ogoh-ogoh tahun caka 1942 ditunda dan akan dilaksanakan setelah siaga COVID-19 selesai atau dinyatakan aman oleh pemerintah," tegasnya saat dikonfirmasi Kamis (19/3).

Nantinya pengarakan ogoh-ogoh mungkin akan dikemas dalam bentuk event atau parade budaya. Sehingga para Yowana tidak begitu kecewa. Pihaknya juga telah mengimbau para Yowana agar memahami situasi yang terjadi dan tetap menyelesaikan ogoh-ogoh karya mereka. Dan saat ogoh-ogoh selesai agar disimpan dengan baik kemudian disemprotkan cairan disinfektan. "Saat situasi sudah aman segera kita buatkan panggung parade kreatifitas Budaya untuk adik-adik Yowana Desa Adat Kota Tabanan," lanjutnya.

Disamping itu pihaknya juga menyepakati tentang pelaksanaan Pemelastian. Yakni prosesi Nedunang di masing-masing Kahyangan dimulai pukul 16.00 Wita. Kemudian Pemelastian dilakukan dengan menggunakan kendaraan."Pemelastian dilakukan seperti yang sudah dilakukan sebelumnya," tandasnya.

Sementara itu Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy Panca Sakti Siregar mengatakan pengaman Hari Raya Nyepi akan dilakukan dengan melibat kurang lebih 140 orang personel. Termasuk pihaknya juga berkoordinasi dengan Pecalang di Desa Adat setempat.

"Begitu juga dengan pengarakan ogoh-ogoh, sesuai dengan Surat Edaran dari Gubernur Bali ada Desa Adat yang melakukan pembatasan pada waktu maupun lokasi, apapun keputusan Desa Adat kita tetap hargai dan tetap melakukan pengamanan, ada atau tidak ada pawai ogoh-ogoh," tegasnya.

Pihaknya juga menyarankan kepada Bupati Tabanan agar tenaga medis di masing-masing Kecamatan disiagakan saat ada pengarakan ogoh-ogoh. "Misalnya untuk mengecek suhu tubuh para pengarak ogoh-ogoh, kemudian memberikan antiseptik dan menyemprot ogoh-ogoh dengan disinfektan, agar SOP tetap jalan dan tradisi juga tetap jalan," tandasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news