Selasa, 07 Apr 2020
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Gunakan Daun Nangka dan Batok Kelapa, Angkat Cerita Krishna Kalya

19 Maret 2020, 18: 33: 12 WIB | editor : I Putu Suyatra

Gunakan Daun Nangka dan Batok Kelapa, Angkat Cerita Krishna Kalya

KREATIF: ST Putra Yasa, Banjar Pengiasan, Dauh Puri Kauh, Denpasar, menggunakan bahan daun nangka kering dan batok kelapa untuk membuat ogoh-ogoh Krishna Kalya. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Ide-ide kreatif yang dimiliki anak-anak muda di Bali memang tak pernah ada habisnya. Selalu saja ada hal baru dan unik yang dapat dijadikan sebuah karya seni. Mengambil konsep ramah lingkungan, ST. Putra Yasa menggunakan daun nangka sebagai bahan pembuatan ogoh-ogoh. Daun nangka disusun rapi menyerupai sisik pada tokoh ular. Selain itu, bahan batok kelapa juga di sesuaikan dengan tekstur kulit pada tokoh Raja Kalya.

Ketua panitia ogoh-ogoh Banjar Pengiasan, Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat Kadek Agus Adiyasa mengatakan, pemilihan bahan seperti daun nangka dan batok kelapa karena dirasa sangat cocok dengan karakter tokoh. “Kalau pakai kertas kan sudah biasa. Kalau pakai bahan ini lebih klasik. Lebih masuk sama tokohnya,” jelas Agus.

Agus menambahkan, kurang lebih ada 2 kantong plastik sampah daun nangka digunakan dalam pembuatannya. Sementara untuk batok kelapanya kurang lebih 1 karung plastik. “Bahan-bahan yang digunakan itu tidak dihitung berapa banyak. Yang jelas daun nangkanya itu sebanyak 2 kantong sampah yang besar dan kaunya (batok kelapa) 1 kampil (karung),” paparnya.

Tidak ada kendala yang berarti dalam pembuatan ogoh-ogoh itu. Hanya saja memerlukan kesabaran dalam menyusun daun agar bisa terlihat sepeprti sisik dan tidak mudah remuk karena kering. “Harus telaten. Harus sabar. Karena daunnya kan renyah (krispi) karena kering. Jadi biar tidak mudah remuk,” ujarnya.

Ogoh-ogoh karya ST. Putra Yasa ini menceritakan tentang raksasa ularberkepala lima bernama Kalya yang tinggal bersama istrinya yag tinggal di dasar Danau Madu. Pada suatu hari, Krishna dan teman-temannya mengembala sapi ke arah Sungai Yamuna. Karena panas, ia bersama teman-temannya haus dan mencari minum ke sungai tersebut. Krishna mengikuti jejak teman-temannya dan sampailah ia di Danau Madu. Melihat teman-temannya tidak sadarkan diri, dengan kekuatannya Krishna memindahkan mereka menjauh dari danau.

Tiba-tiba muncullah Kalya dari Danau Madu dan terjadilah perkelahian antara Krishna dan Kalya. Pada akhirnya Krishna menari-nari di atas lima kepala Kalya. Kalya kelelahan dan dari mulutnya keluar darah karena kehabisan racun berbisanya. Kalya sadar bawa Krishna ingin membunuhnya dan istri Kalya keluar untuk memohon pengampunan pada Krishna.

Perwujudan ogoh-ogoh ini memaknai Kalya yang berwujud ular berkepala lima sebagai bahaya terus mengintai, menunggu kelalaian dan mengendap dalam danu pikiran manusia yang membuat manusia jatuh dalam kesalahan-kesalahan. Kelima kepala ular tersebut adalah amarah, keinginan, keserakahan, keterikatan dan keangkuhan. Ketika manusia selalu ingat pada Tuhan dengan penuh penghayatan, maka ular berkepala lima akan keluar dari kedalaman danau pikiran dan nampak di permukaan. Kemudian ular cobra tersebut dapat dibuat menjai tenag.

(bx/dhi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news