Selasa, 07 Apr 2020
baliexpress
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Soal Pendaftaran Atlet, PB PON Keluarkan Aturan Berbeda

23 Maret 2020, 16: 05: 13 WIB | editor : I Putu Suyatra

Soal Pendaftaran Atlet, PB PON Keluarkan Aturan Berbeda

Binpres KONI Bali, I Nyoman Yamadhiputra. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - PB PON mengeluarkan aturan soal pendaftaran atlet yang berbeda dengan di PON 2016 lalu. Bagi Bali sendiri, perbedaan aturan ini tak menjadi hambatan tersendiri.

KONI Bali mengaku tak memusingkan semua itu karena sejatinya perbedaan aturan tersebut sebenarnya tidak jauh beda hanya terkait dengan administrasi dan persyaratan atlet, pelatih dan ofisial saja.

"Sistem pendaftaran PON sekarang itu namanya long list dengan dua tahap. Untuk tahap pertama bisa didaftarkan sebanyak-banyaknya atlet, ofisial dan pelatih ke PB PON. Lalu tahap kedua itu baru di atlet, pelatih atau ofisial bisa dikurangi sesuai dengan kebijakan masing-masing daerah dalam pengiriman atlet, pelatih maupun ofisial cabang lahraga," ujar Binpres KONI Bali, I Nyoman Yamadhiputra, Minggu (22/3).

Perbedaan dengan PON dulu lanjut Yama yakni terkait dengan entry by number. Kalau dulu entry by number mendaftarkan nomor saja yang diikuti by name menggunakan nama atlet yang diturunkan di PON. "Kalau sekarang kita sudah harus mendaftarkan nomor dan nama lengkap dan persyaratan – persyaratan PON sudah didaftarkan di tahap pertama. Tapi itu bukan merupakan belum jaminan atlet tersebut turun di PON karena masih di tahap kedua masih boleh mengurangi terkait mana atlet yang diikutkan atau tidak di PON nanti," bebernya.

Istilahnya untuk tahap pertama itu ditekankan Yamadhiputra baru input data bukan pendaftaran, jadi selanjutnya di tahap II baru pendaftaran resmi atlet yang turun PON. Selanjutnya entry by number bisa dirubah, seperti contohnya ada dua atlet yang turun di dua nomor masih bisa, karena sekarang statusnya masih input data.
"Tapi nanti saat entry by name atau tahap II dibatasi jumlah sesuai aturan PB. PON. Kecuali jika memang kelolosan itu sudah merupakan sistem contohnya misalkan di silat untuk kelas A sudah ada namanya maka tidak perlu lagi merubahnya. Begitu juga berlaku untuk beberapa cabor lainnya," ungkap Yama.
Disebutkan, untuk tahap I dilangsungkan sampai 19 April dan tahap II dari 20 April sampai 15 Agustus. Kemudian verifikasi tim keabsahan dari KONI Pusat sampai Agustus akhir. September baru bisa terlihat atlet yang bisa turun dan memiliki akreditasi yang resmi.

(bx/dip/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news