Selasa, 07 Apr 2020
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Penerapan E-Retribusi di Pasar Kediri Berpotensi Molor Lagi

23 Maret 2020, 17: 06: 27 WIB | editor : I Putu Suyatra

Penerapan E-Retribusi di Pasar Kediri Berpotensi Molor Lagi

MOLOR LAGI : Suasana aktifitas jual-beli di Pasar Kediri yang rencananya diterapkan sistem e-retribusi, Senin (23/3). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS –Mewabahnya Covid-19 ternyata juga berdampak pada rencana realisasi program di Kabupaten Tabanan yang harus ditunda. Diantaranya adalah rencana penerapan E-retribusi di Pasar Kediri yang lagi-lagi akan molor dari rencana awal yakni di akhir Maret atau awal April 2020.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan, Ni Wayan Primayani mengatakan kemungkinan realisasi penerapan E-retribusi di Pasar Kediri akan ditunda dari rencana target awal yakni pada akhir Maret atau awal April 2020.

Menurutnya rencana awal sebelum penerapan E-retribusi pada pasar tradisional ini diawali dengan sosialisasi kepada pedagang yang nantinya menjadi obyek dari penerapan sistem non tunai tersebut. Sosialisasi bertujuan agar pedagang tidak terkejut dengan program E-retribusi dan memahami mekanisme penerapannya dilapangan. Apalagi nantinya bank penyedia layanan akan melibatkan pihak ketiga atau agen dalam penerapan sistem ini.

“Sosialisasi kepada para pedagang sebelum diterapkannya E-retribusi ini sangat penting dilakukan, tetapi karena adanya upaya pencegahan virus Corona ini, tahapan sosialisasi sebelum penerapan E-retribusi ini jadi harus ditunda dulu sementara waktu, sambil melihat perkembangan kedepannya," paparnya Senin (23/3).

Terlebih sosialisasi nantinya akan menimbulkan kerumunan massa, sehingga hal itu tidak mungkin dilakukan dalam kaitannya juga mendukung upaya pemerintah kabupaten maupun provinsi melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 7194 Tahun 2020 tentang panduan tindak lanjut terkait pencegahan penyebaran virus Corona yang salah satunya menghindari interaksi terlalu banyak di ruangan publik. 

Disamping itu kegiatan di kantor terkait upaya pencegahan virus Corona ini juga tidak efektif karena diberlakukan sistem piket atau giliran bekerja untuk mencegah kerumunan.

"Rencananya, jumlah pedagang di Pasar Kediri yang terdata sebagai obyek E-retribusi ini mencapai 250 pedagang dan sudah diserahkan ke pihak perbankan atau penyedia layanan. Nantinya, dari data tersebut rencananya akan diikuti oleh penyerahan data-data pedagang di pasar yang lain ke pihak bank," imbuhnya.

Sementara itu, penerapan E-retribusi ini selain mencegah terjadi kebocoran pendapatan di pasar tradisional, sestim elektronifikasi pembayaran ini juga dalam rangka untuk upaya mencapai target pendapatan retribusi pasar Kabupaten Tabanan yang dipatok mencapai Rp 6 Miliar lebih pada tahun 2020, target itu meningkat dibandingkan tahun 2019 yang hanya mencapai Rp 4,6 Miliar.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news