Selasa, 07 Apr 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali
Pandemi Covid-19

PHDI Minta Tunda Ngaben dan Nganten, atau Cukup Keluarga dan Prajuru

23 Maret 2020, 21: 18: 49 WIB | editor : I Putu Suyatra

PHDI Minta Tunda Ngaben dan Nganten, atau Cukup Keluarga dan Prajuru

Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M. Si (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali mewanti-wanti agar umat tak membuat kerumunan di tengah wabah Covid-19. Khususnya dalam hal upacara agama. Misalnya Ngaben dan Nganten yang biasanya marak bulan ini.

Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M. Si berharap umat memprioritaskan kesehatannya. Terkait upacara Ngaben dan Nganten, jika bisa ditunda, diimbau untuk ditunda sementara hingga situasi aman. Namun jika harus dilaksanakan, agar mengambil tingkatan paling sederhana dan melibatkan seminimal mungkin orang.

"Untuk ngaben, jika tak bisa ditunda, agar layon cukup dibakar saja dulu atau makingsan di geni. Sehingga tak memerlukan banyak orang. Cukup keluarga inti dan prajuru saja, di tengah situasi pandemi covid-19 ini," ungkapnya, Senin (23/3).

Demikian pula nganten, kata Sudiana, agar sebisanya ditunda. Jika harus dilaksanakan, cukup sampai ritual matanjung sambuk. Untuk ritual yang lebih besar dan resepsi, agar menunggu situasi pulih. "Sesuai arahan Kapolri, mari kita tak membuat keramaian. Ini demi kesehatan kita dan orang-orang di sekitar," ajaknya.

Rektor Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa ini juga mengingatkan agar jangan sampai umat keras kepala. Sebab, wabah ini saat ini memerlukan penanganan serius. Guna mendukung upaya pemerintah, salah satunya dengan mengikuti arahan yang telah disampaikan. Harapannya, wabah segera mereda. "Ya, jangan kaku. Sementara disimpan dulu kekakuannya," ujarnya menegaskan sembari berkelakar.

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news