Selasa, 07 Apr 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali
Pandemic Covid-19

Putra Tabanan Buat Bilik Sterilisasi, Banyak Orderan Terkendala Modal

24 Maret 2020, 18: 33: 41 WIB | editor : I Putu Suyatra

Putra Tabanan Buat Bilik Sterilisasi, Banyak Orderan Terkendala Modal

STERILISASI: Bilik sterilisasi yang dibuat salah satu putra Tabanan. (ISTIMEWA)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Adanya bilik sterilisasi yang diklaim bisa mensterilkan tubuh dari virus corona di Surabaya cukup mencuri perhatian publik. Terlebih publik menilai alat itu efektif dan efisien untuk mensterilkan tubuh utamanya di tempat keramaian.

Seorang pria asal Tabanan pun mencoba membuat bilik sterilisasi secara mandiri. Bahkan kini ia kebanjiran orderan. Harganya juga tidak terlalu mahal yakni berkisar antara Rp 2,5 Juta hingga Rp 3 Juta. Namun lebih dari itu, dirinya ingin kemampuannya bisa bermanfaat bagi orang banyak khususnya ditengah mewabahnya virus corona.

Kepada Bali Express (Jawa Pos Group), I Gusti Ngurah Adnyana atau yang akrab disapa Ajik Anggi menuturkan bahwa inisiatif untuk membuat bilik sterilisasi tersebut adalah karena wabah virus corona yang sudah merebak di Indonesia. Kemudian dirinya pun melihat inovasi yang ada di Surabaya yakni penggunaan bilik sterilisasi untuk mensterilkan tubuh dari virus. "Miris sekali mendengar berita-berita tentang virus itu, kemudian saya lihat inovasi bilik sterilisasi ini di Surabaya, sehingga munculah inisiatif untuk membuatnya," ujarnya Selasa (24/3).

Bahan untuk membuat bilik sterilisasi ini menurutnya cukup sederhana yakni besi holo, penutup plastik mika, ditambah alat semprot atau pengkabutan untuk menyemprotkan disinfektan. Proses pembuatannya juga tidak membutuhkan waktu lama, yakni hanya 4 sampai 5 jam. "Jadi sehari bisa tiga buah bilik," imbuhnya.

Cara kerjanya juga terbilang praktis yakni saat orang masuk ke dalam bilik maka akan disemprotkan disinfektan dengan sistem pengembunan atau pengkabutan secara otomatis karena menggunakan sensor gerak. Sedangkan untuk daya tampung cairan disinfektan per bilik bisa mencapai 50 liter atau lebih. "Alat ini sebenarnya sangat simpel dan sangat berguna dalam situasi sekarang ini, dan mungkin banyak yang bisa membuat, apalagi orang teknik harusnya akan mudah sekali membuatnya,"tukasnya.

Bilik sterilisasi pertama yang ia buat kemudian ia unggah di story Whatsapp sehingga membuat banyak teman-temannya langsung menghubungi dirinya dan minta untuk dibuatkan bilik sterilisasi tersebut. "Mulai dari teman-teman lalu nyambung ke yang lain-lain dan mulai banyak yang menghubungi untuk minta dibuatkan bilik ini," lanjut pria asal Banjar Delod Puri, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Tabanan tersebut.

Pesanan pun datang dari sejumlah instansi mulai dari PLN Bali, Universitas Udayana, hingga sejumlah desa. Bahkan

Camat Kediri dan Kepala Dinas Perhubungan Tabanan datang langsung ke bengkelnya dan memesan untuk digunakan dikantornya. Dan usai Nyepi ia harus menyelesaikan pesanan bilik sterilisasi sekitar 50 unit.  "Bilik pertama yang saya buat sebagai sampling sudah dibawa ke PLN di Jalan Imam Bonjol Denpasar, kemarin (Senin,Red) saya bawa kesana," sambung Ajik Anggi.

Hanya saja, ia menemui sedikit kendala yakni pada permodalan dan alat-alat yang sudah dibeli untuk saat ini seperti alat pompa atau misting alat semprot pengkabutannya yang saat ini stoknya banyak

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news