Selasa, 07 Apr 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Masyarakat Tabanan Diinstruksikan Tak Keluar Rumah Saat Ngembak Geni

24 Maret 2020, 20: 38: 10 WIB | editor : I Putu Suyatra

Masyarakat Tabanan Diinstruksikan Tak Keluar Rumah Saat Ngembak Geni

INSTRUKSI: Surat Instruksi Bupati Tabanan. (ISTIMEWA)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Sesuai dengan Surat Edaran (SE) dari Gubernur Bali, masyarakat diimbau untuk tetap berada dirumah masing-masing pada tanggal 26 Maret 2020 atau tepatnya pada saat hari Ngembak Geni. Hal itu pun ditindaklanjuti oleh Bupati Tabanan dengan mengeluarkan surat instruksi tertanggal 24 Maret 2020.

Sekretaris Daerah Tabanan, I Gede Susila membenarkan jika untuk menindaklanjuti SE Gubernur Bali tersebut, Bupati Tabanan telah mengeluarkan surat instruksi yang menginstruksikan seluruh masyarakat Tabanan agar tetap berada dirumah masing-masing (Amati Lelungan) pada hari Kamis 26 Maret 2020 (Ngembak Geni).

"Instruksi tersebut kemudian agar diteruskan ke perbekel di seluruh Kabupaten Tabanan melalui Camat, kemudian kepada seluruh Bendesa Adat melalui MDA Kabupaten Tabanan, serta kepada seluruh umat beragama melalui FKUB," tegasnya saat dikonfirmasi Selasa (24/3).

Disamping itu seluruh Desa Adat juga diminta untuk melibatkan Pecalang dalam pengamanan instruksi tersebut. "Karena ini sudah menjadi instruksi Gubernur Bali atas arahan Presiden RI juga maka sudah tentu harus dipatuhi, kecuali tenaga medis, TNI, Polri, ASN atau aparat pemerintah Desa dan Desa Adat serta hal mendesak lainnya itu diberikan permakluman," imbuhnya.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk bisa menyiapkan diri misalnya menyiapkan stok makanan agar jangan sampai nantinya melanggar instruksi tersebut. "Meskipun tidak ada sanksi hukum tapi kita harus mengamanatkan diri, menyadari akan kondisi yang terjadi sehingga bersama-sama mewaspadai virus ini," tandasnya.

Sementara itu salah seorang warga Tabanan, Putu Adi, 34, mengaku belum mengetahui jika Kabupaten Tabanan juga mengimbau warganya untuk tidak keluar rumah pada tanggal 26 Maret 2020. "Saya taunya malah Kabupaten Gianyar yang memberlakukan lockdown karena surat instruksinya banyak beredar di medsos," ujarnya.

Kendatipun demikian dirinya mengaku hal itu tidak masalah karena memang demi kebaikan bersama guna mengantisipasi virua corona. Ia juga mengaku tidak khawatir untuk kecukupan stok makanan. "Kan hanya nambah satu hari saja Nyepi nya jadi tidak masalah, kebetulan stok makanan masih ada," imbuhnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news