Selasa, 07 Apr 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Pajenengan Suara Dikabarkan Bersuara, Ini Penjelasan Puri Klungkung

26 Maret 2020, 14: 03: 50 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pajenengan Suara Dikabarakan Bersuara, Ini Penjelasan Puri Klungkung

Pajenengan Suara Puri Agung Klungkung (ISTIMEWA)

Share this      

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Di tengah wabah virus Korona, masyarakat Bali dihebohkan dengan kabar bahwa pajenengan suara (kulkul) di Puri Agung Klungkung bersuara pada Selasa (24/3), bertepatan dengan pangrupukan. Kabar ini viral. Masyarakat meyakini suara tersebut sebagai tanda musibah. Terlebih sudah mewabah virus Korona.

Dikonfirmasi soal kabar itu, panglingsir Puri Agung Klungkung Ida Dalem Smara Putra menegaskan bahwa pihak puri tidak ada mendengar suara itu. Justru orang lain datang ke puri, menyampaikan bahwa mendengar suara kulkul tengah malam. Diyakini pajenengan suara di Puri Agung Klungkung. Ada dari Buleleng, Denpasar, Karangasem dan Klungkung. “Tidak satu orang dan tidak bersamaan mendengar. Ada malam hari, ada tengah malam,” ungkap Ida Dalem, Kamis (26/3).

Pajenengan Suara Dikabarakan Bersuara, Ini Penjelasan Puri Klungkung

Panglingsir Puri Agung Klungkung Ida Dalem Smara Putra (istimewa)

Namun, ia tidak sempat menanyakan seperti suara pajenengan suara itu. Kembali kepada keyakinan.  Ida Dalem juga menyebutkan, berdasarkan pengalaman sebelum-sebelumnya, jika ada mendengar pajenengan bersuara, maka akan terjadi musibah. Itu sempat terjadi sebelum bom Bali 2002 dan 2005. Pajenengan suara ini semacam alarm agar masyarakat tetap waspada secara sekala maupun niskala. “Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa,” harapnya.

Bagaimana dengan beredar pesan agar membuat sarana upacara tertentu ? Ida Dalem menegaskan bahwa pihak puri tidak ada mewajibkan seperti itu. Ia meyakini itu inisiatif masyarakat karena percaya bahwa ketika pajenengan bersuara maka akan terjadi musibah, sehingga tanpa dikomando membuat sarana semacam penolak bala. “Puri tidak ada mengeluarkan apa-apa. Kalau mau buat silahkan. Buat sendiri. Kalau tidak, kami tidak ada maksa. Kembali lagi kepada perecayaan,” jelas Ida Dalem.

Dikonfirmasi masih terpisah, Ketua PHDI Klungkung I Putu Suarta menyatakan PHDI Klungkung tidak ada mengeluarkan imbauan apa terkait kabar tersebut. PHDI sebatas mengimbau sebagaimana yang telah dikeluarkan pemerintah. Misalnya tidak keluar rumah, menghindari kerumuman untuk memutus penyebaran virus Korona. “Kami imbau tidak panik. Tetap di rumah. Mari berdoa dari rumah semoga bencana cepat berlalu,” katanya.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news