Selasa, 07 Apr 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Ngembak Geni, Sejumlah Akses Jalan di Buleleng Ditutup

26 Maret 2020, 15: 02: 39 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ngembak Geni, Sejumlah Akses Jalan di Buleleng Ditutup

JAGA PERBATASAN: Pecalang desa Adat Kembang Merta, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan saat berjaga di pintu perbatasan, Buleleng-Tabanan. (ADI MUSTIKA FOR BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Sejumlah ruas jalan di Buleleng dijaga ketat aparat kepolisian dan pecalang pada Kamis (26/3) pagi. Penjagaan ini menyusul diterbitkannya Surat Edaran (SE) Gubernur Bali tertanggal 23 Maret 2020 perihal Himbauan untuk seluruh masyarakat Bali guna mencegah penyebaran penyakit Covid-19.

Dalam surat bernomor 45/Satgascovid19/III/2020 dan ditandatangani oleh Gubernur Bali, Wayan Koster memuat lima butir himbauan. Salah satunya pada poin keempat berisi himbauan kepada seluruh masyarakat Bali untuk tetap berada di rumah masing-masing sampai pada hari Kamis, 26 Maret 2020.

Informasi yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Group) ruas jalan di setiap perbatasan desa dijaga ketat oleh pecalang dengan melibatkan unsur dari aparat kepolisian. Seperti di ruas jalan Singaraja-Seririt, tepatnya di Jalan Ahmad Yani Barat, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng.

Terlihat aparat kepolisian menggunakan kendaraan patroli Polres Buleleng menghimbau kepada pengendara untuk mengurangi kegiatan di luar rumah. Bahkan, oleh pecalang nampak memberhentikan pengendara yang hendak melintas untuk berputar balik arah pulang ke rumah masing-masing. Langkah tegas ini dilakukan untuk mengurangi warga yang berkeliaran di luar rumah.

Selain di Banyuasri, pengendara yang datang dari arah Singaraja menuju Denpasar melalui Tabanan diberhentikan oleh pecalang Desa Adat Candikuning, Kecamatan Baturiti tepatnya di gapura perbatasan Kabupaten Buleleng-Tabanan (Pancasari-Candikuning).

Para pengendara baik sepeda motor maupun mobil dilarang melintas memasuki wilayah Tabanan jika tidak mengantongi surat keterangan. Tak pelak banyak pengendara yang terpaksa berbalik arah dan urung melintas.

Ketua Posko Terpadu Penanggulangan Covid-19 Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Gede Adi Mustika mengatakan sempat terjadi kemacetan di wilayah perbatasan antara Buleleng-Tabanan. Pasalnya banyak pengendara yang ngotot hendak melintas dari wilayah Buleleng masuk ke wilayah Tabanan.

Namun mereka terpaksa balik kucing karena diminta balik oleh pecalang dan aparat kepolisian. “Tadi pagi memang agak sedikit macet. Kami juga ikut turun tangan menghimbau agar pengendara yang melintas ke Denpasar untuk balik. Karena memang dijaga ketat di perbatasan oleh pecalang dari Desa Adat Kembang Merta Candikuning. Kecuali membawa surat keterangan dari desa masing-masing,” singkatnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis siang.

Hingga pukul 11.00 Wita, kondisi di ruas jalan perbatasan sebut Adi sudah tidak ada kendaraan yang melintas. Hal itu disebabkan karena banyak pengendara yang mengurungkan niatnya untuk pergi ke Denpasar via Candikuning.“Sekarang sudah sepi. karena sudah banyak yang tahu tidak boleh melintas,” imbuhnya lagi.

Sementara itu Kapolsek Sukasada, Kompol Nyoman Landung menegaskan jika pihaknya telah menerjunkan personel untuk berjaga-jaga di pintu perbatasan Buleleng-Tabanan. Selain itu personel juga disiagakan di pertigaan Sangket, tepatnya di Depan Tugu Tiga, untuk menghimbau kepada pengendara yang hendak meluncur ke Denpasar. Sehingga mereka bisa mengurungkan niatnya untuk bepergian.

“Sesuai Intruksi gubernur, untuk menutup semua akses baik masuk maupun keluar kabupaten Buleleng. Jadi kendaraan mau dan menuju Singaraja, ditutup sementara. Kecuali mereka akan membawa bantuan terkait Covid-19, atau lembaga yang bekerja di proyek vital ya diprioritaskan bahkan dikawal. Intinya masyarakat tetap tinggal di rumah masng-masing,” singkatnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news