Sabtu, 30 May 2020
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Kulkul Keramat Bersuara, Pura Pajenengan Dipadati, Ini Saran PHDI

27 Maret 2020, 16: 30: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kulkul Keramat Bersuara, Pura Pajenengan Dipadati, Ini Saran PHDI

RAMAI: Suasana di depan Pura Pajenengan, Klungkung, Jumat pagi (27/3). (ISTIMEWA)

Share this      

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Kabar pajenengan (kulkul keramat) Puri Agung Klungkung bersuara tanpa ditepak, membuat sejumlah umat Hindu tangkil, sembahyang ke Pura Pajenengan, Jumat (27/3). Untuk menghindari kerumunan yang rentan menularkan virus Korona, Pemkab Klungkung bersama Polres Klungkung, TNI, dan PHDI langsung turun ke lokasi. Pamedek diminta sembahyang dari rumah. Satu per satu akhirnya membubarkan diri.

Informasi yang dirangkum, umat mulai berdatangan sejak pagi. Silih berganti untuk sembahyang. Tidak hanya warga dari Klungkung. Beberapa dari mereka berasal dari kabupaten lain. Akhirnya mereka diminta pulang, nagayat  dari rumah. “Kami kan khawatir nanti terjadi penyebaran virus Korona,” ujar Ketua PHDI Kabupaten Klungkung I Putu Suarta yang langsung turun ke lokasi.

BACA JUGA: 

Pajenengan Suara Dikabarkan Bersuara, Ini Penjelasan Puri Klungkung

Pria yang juga Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung ini menegaskan,  sesuai imbauan pemerintah, masyarakat agar tetap berada di rumah. Bekerja, berdoa dari rumah masing-masing. Hal ini dilakukan bukan berarti melarang umat nangkil. Namun lebih pada memperhatikan kesehatan bersama di tengah mewabahnya virus Korona. “Silahkan tetap berada di rumah. Berdoa dari rumah saja,” tegas Suarta.  Setelah tidak ada umat yang tangkil, areal tersebut disemprot disinfektan. 

Seperti diketahui, pajenengan suara di Puri Agung Klungkung dikabarkan bersuara pada Selasa (24/3) malam. Panglingsir Puri Agung Klungkung Ida Dalem Semara Putra menegaskan bahwa pihak puri tidak ada mendengar suara itu. Justru orang lain datang ke puri, mengaku mendengar suara kulkul tengah malam. Diyakini pajenengan di Puri Agung Klungkung. Ada dari Buleleng, Denpasar, Karangasem dan Klungkung. Mereka mendengar dalam waktu yang tidak bersamaan.

Berdasarkan pengalaman sebelum-sebelumnya, kata Ida Dalem, jika ada mendengar pajenengan Puri Agung Klungkung bersuara tanpa ada yang membunyikan, maka tanda akan terjadi musibah. Hal itu pernah terjadi sebelum bom Bali 2002 dan 2005. “Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa,” harapnya.

Terkait dengan kabar pajenganan bersuara, Ida Dalem menegaskan pihak puri tidak ada mengimbau umat Hindu untuk nangkil atau membuat sarana upacara apapun. Semua kembali kepada keyakinan. “Bagi yang percaya silahkan. Kami tidak mengharuskan. Kalau mau buat silahkan. Kalau tidak kami tidak maksa. Puri tidak minta apa-apa,” jelas Ida Dalem, Kamis (26/3) lalu.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news