Rabu, 03 Jun 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Desa Adat Batuan Bagi Beras untuk 1.050 KK, Masing-masing Dapat 25 Kg

02 April 2020, 16: 15: 40 WIB | editor : I Putu Suyatra

Desa Adat Batuan Bagi Beras untuk 1.050 KK, Masing-masing Dapat 25 Kg

BERAS: Pembagian beras di Balai Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Kamis (2/4). (ISTIMEWA)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Desa Adat Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar memberikan 25 kilogram beras per kepala keluarga di Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Kamis (2/4). Pemberian beras itu dimaksudkan untuk meringankan kebutuhan warga, karena banyak yang dirumahkan dari tempat bekerja mereka dampak dari wabah korona. Proses pembagiannya sebanyak  149 KK antri dengan jaga jarak di balai banjar setempat. 

Bendesa Adat Batuan I Made Djabur BA, menjelaskan selain di Banjar Dentiyis, beras itu disiapkan dan juga dibagikan pada 1.050 KK yang tersebar di 8 Banjar se-Desa Adat Batuan. Per KK diberikan 25 kilogram beras. Rencananya, bantuan beras tersebut akan rutin diberikan setiap bulan mulai April, Mei, hingga Juni 2020. Jika situasi belum membaik, bantuan beras akan diupayakan terus diberikan setiap bulannya.  "Selama 3 bulan pertama, seandainya kondisi masih seperti saat ini kemungkinan bantuan beras akan diperpanjang," jelasnya. 

Dalam kesempatan itu, ia juga mengaku tidak dipungkiri, bantuan beras tersebut dirasa belum perlu oleh KK yang ekonominya masih mencukupi. Sehingga pihaknya menyarankan kramanya yang tidak memerlukan bisa dihibahkan pada krama yang memang membutuhkan. 

"Pertimbangannya karena banyak krama kami yang bekerja di sektor pariwisata sudah dirumahkan. Sedangkan pembagiannya sudah mulai  Rabu (1/4) telah dibagikan. Teknisnya diatur per banjar," paparnya. 

Made Djabur menambahkan biaya yang disiapkan untuk bantuan tersebut mencapai setengah milyar rupiah atau Rp 500 juta per bulan. Dengan perhitungan 25 kilogram beras seharga grosiran. "Untuk 1 krama  dapat sebanyak 25 kilogram beras. Jadi jika ditotalkan sekitar Rp 500 juta per bulan," tandasnya. 

Disampaikan kebijakan itu diambil akibat virus korona terdampak terhadap kondisi perekonomian masyarakat. Banyak pekerja yang dirumahkan, sementara kebutuhan sehari-hari harus tetap dipenuhi. Sehingga pihaknya berinisiatif menggelontor bantuan beras tersebut. 

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news