Rabu, 03 Jun 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Frustrasi Tak Dinikahi, Yuliatin Hendak Terjun ke Sungai Yeh Empas

02 April 2020, 19: 32: 36 WIB | editor : Nyoman Suarna

Frustasi Tak  Dinikahi, Yuliatin Hendak Terjun ke Sungai Yeh Empas

PERCOBAAN : Yuliatin yang hendak terjun dari Jembatan Sungai Yeh Empas, Kamis (2/4), diamankan di kantor polisi. (ISTIMEWA)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Diduga  frustrasi karena tak mau dinikahi oleh sang kekasih, seorang perempuan nekat melakukan percobaan bunuh diri di Jembatan Sungai Yeh Empas, tepatnya di sebelah utara Pasar Dauh Pala, di Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Kamis (2/4) sekitar pukul 13.30 Wita. Beruntung aksinya berhasil digagalkan oleh seorang pengendara sepeda motor yang melintas.

Informasi di lapangan menyebutkan, peristiwa itu bermula ketika sekitar pukul 13.30 Wita seorang perempuan menggunakan baju merah tiba-tiba memanjat pagar pembatas jembatan di sebelah utara dan hendak menceburkan diri ke sungai yang ada di bawah jembatan.

Namun saat hendak menceburkan diri, salah seorang pemotor yang melintas di TKP melihat aksi tersebut langsung berhenti dan menarik tangan kanan perempuan tersebut hingga bisa dirangkul dan dibawa ke bahu jalan. Pada saat bersamaan, melintas Unit Patroli Polsek Kota Tabanan sehingga yang bersangkutan langsung diamankan ke Mapolsek Kota Tabanan. Tak pelak kejadian itu pun mengundang perhatian warga yang langsung berkerumun di TKP.

Kapolsek Kota Tabanan Kompol I Nyoman Sukanada mengatakan, setelah diamankan ke Mapolsek Kota Tabanan, diketahui bahwa perempuan tersebut bernama Yuliatin, 20, asal Dusun Curah Emas, Kelurahan Kalisat, Kecamatan/Kabupaten Jember yang tinggal di Jalan Rajawali, Gang I, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Tabanan.  

Perempuan yang bekerja sebagai karyawan di salah satu rumah makan itu kemudian menjelaskan bahwa dirinya frustasi lantaran tidak kunjung dinikahi oleh kekasihnya bernama Safari, 36, yang tinggal di Jalan Tarumanegara, Tabanan. Ia mengatakan, sudah delapan bulan lalu datang ke Bali bersama bibinya untuk mencari pekerjaan. "Kemudian dia dapat pekerjaan di salah satu rumah makan, lalu kenal dengan Safari dan menjalin hubungan," ujarnya.

Namun ternyata Safari sudah berkeluarga dan memiliki dua orang anak, sehingga tidak bisa menikahi dirinya. Apalagi Yuliatin tidak mau dimadu. "Diduga itu motif yang membuat korban frustasi," lanjutnya.

Namun sebelum mencoba bunuh diri, korban meluapkan emosinya dengan minum arak di tempat kosnya bersama tiga orang temannya dan sempat cekcok dengan Safari sehingga Yuliatin marah dan berjalan kaki keluar kost, kemudian hendak menceburkan diri di Jembatan Sungai Yeh Empas. "Atas penjelasan korban, kami hubungi rohaniawan untuk memberikan pencerahan pada korban agar jangan sampai terpikir lagi untuk mengakhiri hidupnya dan juga kami hubungi keluarganya," tandasnya.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news