Sabtu, 30 May 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Disdik Tabanan Belum Pastikan Sistem PPDB Tahun Ini

06 April 2020, 21: 48: 49 WIB | editor : Nyoman Suarna

Disdik Tabanan Belum Pastikan Sistem PPDB Tahun Ini

Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Nyoman Putra (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Musim penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini tinggal sebentar lagi. Namun Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan belum bisa memastikan dengan sistem apa PPDB tahun ini diterapkan. Pasalnya, dengan situasi pandemi Covid-19 saat ini, tata cara PPDB kali ini masih dibahas di pusat.

Seperti diungkapkan Kepala Disdik Tabanan, I Nyoman Putra, Senin (6/4), bahwa sistem PPDB tahun ini masih dalam tahap pembahasan oleh Pemerintah Pusat. Menyusul situasi pandemi Covid-19 yang masih terjadi sampai sekarang.

"Kami berharap mudah-mudahan kondisi ini (pandemi) cepat berlalu sehingga PPDB tidak tekendala. Terlebih pemerintah menganjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan meniadakan kerumunan orang,” katanya.

Sementara mengenai standar kelulusan bagi siswa kelas IX SMP dan VI SD, dia menjelaskan bahwa akan ditentukan dari portofolio nilai raport dalam lima semester terakhir. Sedangkan nilai semester genap terakhir hanya akan menjadi nilai tambahan. "Mengacu pada SE Mendikbud kelulusan kelas IX SMP dan VI SD ditentukan oleh nilai raport," imbuhnya.

Saat ini, kata dia, proses belajar di rumah masih dilakukan para siswa dengan menggunakan aplikasi di antaranya Google Classroom maupun Whatsapp dan SMS untuk yang kesulitan jaringan.

"Sejauh ini tidak ada kendala berarti ada yang pakai aplikasi belajar-mengajar langsung, dan yang jaringannya agak susah menggunakan WA dan SMS," sambung Putra.

Terkait adanya keluhan dari orang tua siswa yang merasa kewalahan dalam mendampingi anaknya belajar di rumah, atau adanya siswa yang kesulitan apabila tidak diajarkan oleh guru? Putra mengatakan bahwa sesuai SE Mendikbud, sekolah tidak dituntut untuk menyelesaikan kurikulum secara utuh, tapi mengedepankan misi kemanusiaan yaitu keselamatan anak-anak sehingga proses belajar-mengajar pun tidak begitu berat.

"Kami juga sudah mengeluarkan surat edaran agar orang tua membimbing para siswa di rumah dan kita berdoa agar kondisi ini cepat berakhir," tandasnya.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news