Senin, 28 Sep 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Ketua Panitia Pengabenan di Sudaji Jadi Tersangka, Diancam Dua Pasal

04 Mei 2020, 14: 23: 55 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ketua Panitia Pengabenan di Sudaji Jadi Tersangka, Diancam Dua Pasal

NGABEN MASSAL: Suasana ngaben massal di Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali, Jumat (1/5). (ISTIMEWA)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Jajaran Polres Buleleng telah menetapkan satu orang tersangka dalam upacara pengabenan di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali, yang digelar pada Jumat (1/5) lalu. Pria berinisial Gede. S yang diamankan sejak Minggu (3/5) berperan sebagai ketua panitia dalam upacara tersebut.

Seizin Kapolres Buleleng, Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya membenarkan telah menetapkan seorang tersangka dalam upacara pengabenan di Desa Sudaji yang digelar di tengah pandemi Covid-19. Terlebih, sudah ada imbauan dari pemerintah, serta PHDI dan Majelis Desa Adat terkait penundaan kegiatan keagamaan yang melibatkan orang banyak untuk memutus rantai penyebaran virus Corona.

Penetapan tersangka, sebut Sumarjaya dilakukan setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan penyidikan secara intensif. Hasilnya, ditemukan dugaan peristiwa melanggar hukum. Sehingga diduga harus ada yang bertanggungjawab atas upacara Ngaben ini.

“Setelah ada pemanggilan dan pemeriksaan beberapa saksi dan ada gelar perkara terhadap kasus ini, ditemukan bukti yang cukup bahwa kasus ini ditingkatkan ke proses penyidikan. akhirnya ditetapkan satu orang yang diduga harus bertanggungjawab atas upacara Ngaben ini,” ujar Sumarjaya.

Tersangka Gede. S sebut Sumarjaya dijerat dengan pasal 14 ayat (1) UU RI No.4 tahun 1984. tentang wabah penyakit menular dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya 1 tahun, atau denda setinggi-tingginya Rp 100 juta. Gede S juga dijerat dengan Pasal 93 UU RI No. 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dengan pidana penjara 1 tahun.

Pasalnya yang bersangkutan diduga gagal mengawasi sehingga terjadinya kerumunan massa serta melibatkan lebih dari 25 orang dalam upacara pengabenan tersebut. Selain itu Gede S juga melanggar Maklumat Kapolri tentang penanganan Covid-19.

“Karena hukumannya di bawah lima tahun, sehingga yang bersangkutan mungkin diberikan wajib lapor. Tapi saat ini sudah ditahan di Mapolres Buleleng. Kasus ini masih dalam pengembangan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru,” pungkas Sumarjaya.

Diberitakan sebelumnya pengabenan yang digelar Dadia Pasek Kubayan di Dusun Desa diikuti oleh tujuh sawa. Sedangkan Dadia Pasek Gelgel Pegatepan di Banjar Singkung, diikuti oleh 10 sawa. Puncak acaranya kedua dadia itupun bersamaan pada Jumat (1/5). Bedanya, Dadia Kubayan memakai Setra (kuburan) Tengah, sedangkan Dadia Pasek di Setra Barat, tepatnya sebelah barat lapangan umum Desa Sudaji.

Namun saat puncak pengabenan digelar, penonton mulai anak-anak, remaja hingga dewasa berkerumun di sejumlah lokasi. Seperti di areal Pasar Tradisional Sudaji juga seputaran Pura Dalem.

Kondisi itupun membuat aparat TNI dan Polisi harus kerja keras menghalau agat tidak terjadi kerumunan penonton di areal lokasi. Terlebih Bade diusung berjumlah lebih dari 25 orang. Mengingat himbauan physical distancing untuk memotong rantai penyebaran Virus Corona yang sedang mewabah.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news