Rabu, 03 Jun 2020
baliexpress
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Berkebun, Cara Pengurus dan Staf KONI Tabanan Isi Waktu Saat Pandemi

18 Mei 2020, 17: 07: 38 WIB | editor : I Putu Suyatra

Berkebun, Cara Pengurus dan Staf KONI Tabanan Isi Waktu Saat Pandemi

BERKEBUN: Lahan kosong yang berada di areal Stadion Debes, Tabanan dimanfaatkan oleh pengurus dan staf KONI Tabanan dengan bercocok tanam di tengah sepinya kegiatan olahraga. Salah satunya menanam singkong. (KONI TABANAN FOR BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Kegiatan olahraga yang melibatkan orang banyak memang tidak bisa dilakukan sekarang di tengah masa pandemi. Meski begitu, bukan berarti kegiatan olahraga atau kegiatan positif lainnya tak bisa dijalankan. Seperti yang dilakukan keluarga besar KONI Tabanan dimana dalam masa pandemi ini, mereka meluangkan waktu dengan berkebun dan menanam singkong di areal Stadion Debes, Tabanan. 

Sekretaris KONI Tabanan, I Made Nurbawa menjabarkan, meski dalam situasi sekarang, pengurus dan staf KONI Tabanan tetap ngantor seperti biasanya. Meskipun, kegiatan olahraga sama sekali tidak bergerak. Tapi, rasa kekeluargaan yang erat antar pengurus dan staf itu membuat kantor yang berlokasi di areal GOR Debes tersebut tetap berjalan seperti biasa. 

"Nah, untuk mengisi waktu luang itu, berhubung kegiatan olahraga juga tidak ada, kami berinisiatif bercocok tanam, memperbaiki taman dan lainnya di seputaran GOR. Apalagi, areal Stadion Debes masih gersang pasca menjadi tuan rumah Porprov Bali lalu, kenapa tidak kami perindah dengan tanaman," beber Nurbawa kepada Bali Express (Jawa Pos Grup).

Uniknya, KONI Tabanan menggaungkan sendiri menanam 1.000 singkong di areal stadion. Pelakunya adalah ya pengurus dan staf KONI Tabanan itu sendiri. "Tidak ada tujuan apa-apa, kami hanya berpikir bagaimana mengapresiasi waktu luang dengan kegiatan yang positif. Ini kan olahraga juga, kita bergerak, berpikir dan mengeluarkan keringat. Namun, dalam prosesnya tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker," cetusnya. 

Ditambahkannya, selain apresiasi waktu, bercocok tanam ini diakui juga sebagai apresiasi ketahanan pangan atau pemulihan ekonomi ke depan. Bukan berarti tujuannya untuk dibudidaya lalu dijual, tapi lebih ke arah konsumsi sendiri, baik itu bagi para pengurus, staf ataupun pengurus cabor nantinya. 

"Upaya penghematan juga kan. Kami juga bukan petani kok. Ibaratnya, ini langkah kecil dalam menghadapi krisis serta merubah pola pikir. Dan juga sebagai apresiasi bahwa kita tetap tangguh dalam cobaan ini," jelasnya. 

Bukan hanya singkong yang ditanam, ada juga buah-buahan serta tanaman herbal. Mengingat ada sedikit lahan kosong yang mengitari lapangan sepakbola stadion Debes, hal itulah yang dimanfaatkan pihak KONI Tabanan dalam mengisi waktu luang tersebut. "Olahraga bukan sekadar bertanding. Olahraga juga ada sisi kekeluargaan yang ditonjolkan. Dan ini sebagai bukti bahwa KONI Tabanan masih solid di masa pandemi ini. Sekaligus ingin menularkan juga bagi pelaku dunia olahraga di Tabanan dalam menjalani kesehariannya dengan kegiatan yang positif, bercocok tanam salah satunya," tandas Nurbawa.

(bx/dip/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news