Rabu, 03 Jun 2020
baliexpress
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Tim Tinju PON Bali, Ingin Hapus Dahaga 16 Tahun

18 Mei 2020, 17: 38: 48 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tim Tinju PON Bali, Ingin Hapus Dahaga 16 Tahun

I Made Muliawan Arya (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Pekan Olahraga Nasional (PON) adalah olahraga multi event paling bergengsi di negeri ini. Ribuan atlet dari masing-masing provinsi pasti menginginkan menjadi yang terbaik di pentas PON nanti. Salah satu yang ingin berprestasi itu adalah tim tinju Bali. Mereka ingin menghapus dahaga 16 tahun.

Nah, rasa penasaran itu ada di benak tim tinju PON Bali. Kendati PON XX di Papua baru digelar tahun depan, namun tim tinju PON Bali bertekad dan berkeinginan besar untuk mencetak sejarah setelah 16 tahun tidak pernah meraih medali emas PON. Dahaga itu bisa terpecahkan dengan satu syarat, ya hanya cukup meraih 1 keping emas saja.

"Itu menjadi keinginan besar kami dengan tekad tinggi dan kami akan memperjuangkan dengan all out. Apalagi peluang untuk meraih emas itu juga terbuka. Hanya kami tak mau muluk-muluk setidaknya bisa meraih 1 emas untuk memecahkan sejarah emas PON yang sudah 16 tahun ini belum terpecahkan," ucap manajer tim tinju PON Bali, I Made Muliawan Arya, Senin (18/5).

Sekadar catatan, terakhir kalinya Bali meraih emas dalam ajang PON itu ketika masih diperkuat petinju bersaudara Pino dan Nemo Bahari. Disebutkan pria yang akrab disapa De Gadjah tersebut, meski target 1 emas, namun dirinya berharap dan bersyukur jika nantinya justeru raihan 1 emas tersebut bisa melebihi untuk dibawa pulang ke Bali.


"Ada hikmah positif dengan penundaan PON Papua gelarannya dari jadwal awal 2020 menjadi 2021 sehingga semua pihak bisa melakukan perencanaan yang matang. Semisal pemerintah bisa menyiapkan segalanya dengan baik dan untuk atlet bisa maksimal latihan setelah melakoni latihan mandiri akibat pandemi Covid-19 ini," tambahnya.

De Gadjah yang juga Ketua Pengkot Pertina Denpasar tersebut juga telah menyiapkan secara matang program setelah kondisi dan situasi normal kembali setelah virus corona nanti lenyap. Program itu adalah melakukan 4 kali mencari lawan tanding di luar Bali, terdiri 2 kali try out diluar negeri dan 2 kali try out di Indonesia.

"Sebenarnya itu kami rencanakan mulai tahun ini namun karena lebih dulu virus corona dan PON ditunda, makanya kami lakukan pada tahun depan. Kami berharap dukungan KONI Bali dari sisi anggaran. Kami juga bakal menggali dana nantinya dari pihak donatur demi terealisasinya keinginan kami yang bermuara pada prestasi PON nantinya," pungkas De Gadjah yang juga anggota DPRD Denpasar itu. (dip)

(bx/dip/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news