Rabu, 03 Jun 2020
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Ari Mudiyanto Si Raja Diecast Bali; Berawal Oleh-oleh VW Bettle 1971

19 Mei 2020, 18: 28: 33 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ari Mudiyanto Si Raja Diecast Bali; Berawal Oleh-oleh VW Bettle 1971

DENPASAR, BALI EXPRESS - Ketertarikan seseorang terhadap sesuatu bisa terjadi karena tidak sengaja atau tak direncanakan sama sekali. Momen seperti itulah yang dialami pengoleksi mobil mini tiruan atau istilahnya diescast.

FX Ari Mudiyanto. Nama diecaster (orang yang mengoleksi mobil-mobil mini tiruan, Red) yang sudah tak asing lagi di dunia diecast Bali. Kesukaannya dengan mobil-mobil mini ini terjadi ketika sang paman memberikannya sebuah miniatur VW Bettle merk matchbox tahun 1971. Itu terjadi ketika Ari masih duduk di bangku SD tahun 90-an silam.

Dengan momen yang tak terduga itulah, hati Ari mulai terenyuh dengan mobil mini tersebut dan mulailah, perburuannya mencari miniatur-miniatur lainnya dilakukan hingga saat ini.

"Total di rumah sekarang ada 3.000 an lah. Waktu itu, saya belum paham apa itu diecast. Tahunya ya mainan anak-anak saja. Dan pada masa itu masih jarang yang ngerti soal diecast," sebut Ari Mudiyanto kepada Bali Express (Jawa Pos Grup).

Ngomong-ngomong soal diecast itu, kurang lebih berarti mainan yang di proses dari peleburan material logam dan dicetak menjadi miniatur mobil dengan berbagai jenis dan tipe.

Lanjut Ari, jenis dan tipe yang dimaksud itu, jika untuk race (balapan) biasanya salah satu merk nya adalah hotwheels. Mobil-mobil khusus tersebut, agar memudahkan mengetahuinya, biasanya di card atau kotaknya bertuliskan track star. Sementara jenis yang lain ada untuk sekadar koleksi atau pajangan. Biasanya untuk yang satu ini, mobil miniatur seperti mustang, dodge charger, chevy camaro dan lainnya. Dan jenis ini menjadi incaran kolektor.

"Kalau koleksi saya yang paling suka ya itu tadi, hadiah dari paman. Tapi sekarang kebanyakan orang suka mobil-mobil Jepang atau yang lagi nge hits saat ini dengan sebutan JDM atau Japan Domestik Market. Kalau yang ini bisa hunting mobil seperti Honda Civic, Datsun 510, Datsun Wagon, Nisssan Skyline dan mobil-mobil lainnya yang memang aslinya ada di jalanan," bebernya.

Mengenai harga sebuah mobil mini itu, ia menyebut kalau nominalnya relatif.  Seperti koleksinya, ada di kisaran harga dari Rp 20 ribuan sampe puluhan juta juga ada. "Kenapa sampai ada yang mahal, ya karena memang diecast tersebut sangat langka atau jarang yang punya. Jadi sudah masuk ke kolektor item atau diecast spesial edition dalam suatu momen," sebutnya.

Seperti halnya acara toysfair atau convention, kadang panitia membuat merchendise dari diecast dalam jumlah terbatas. "Koleksi saya pernah ada yang membeli harganya Rp 2,5 juta rupiah. Itu Ferrari 599XX merk hotwheels," jelas Ari.

Mengenai perawatannya, disebutkan Ari tidak ribet, bahkan terlalu simple. Yakni dibersihkan saja dan jangan biarkan di tempat yang lembab. Tapi, hobi dari Ari Mudiyanto ini bukan hanya sekadar hobi. Dari mengoleksi diecast ini, Ari sudah memenangkan banyak penghargaan baik dari kejuaraan balap diecast maupun yang lainnya. 

Saat ini, Ari Mudiyanto tergabung di Komunitas Dewata Diecast dengan ratusan anggota. Dan ia sendiri merupakan salah satu founder atau pendiri komunitas tersebut sejak 2010 silam.

Penghargaan yang didapat ia bersama rekannya bukan hanya lokalan Bali saja, melainkan sudah ke nasional. Seperti halnya lomba balap hotwheels tahun 2014 dengan predikat juara nasional. Lalu lomba custom juga sering diikutinya dan tentu saja piala itu datang ke timnya. Seperti diantaranya juara balap hotwheels dikelas fastest car, juara balap hotwheels dikelas funny car, custom diecast kelas off road, kelas hot rod, kelas rusty dan kelas extreme. Pernah juga, Ari menggondol 4 piala dari 6 kategori saat ada event di Yogyakarta, dimana juri saat itu berasal dari Finlandia.

"Kalau soal custom, cat atau warnanya bisa kita rubah. Kemudian diganti ban menggunakan ban karet. Ada yang mengambil sebagian atau kanibal dari mobil lain, detailing interior atau exterior supaya menyerupai mobil aslinya," bebernya.

Kalau soal perkembangan diecast di Bali, dikatakannya cukup pesat untuk komunitas dan kolektor diecast, terutama di Kota Denpasar.

"Diecast ini untuk semua umur kok. Dari anak-anak sampai kakek-kakek juga banyak yang koleksi," tandasnya.

(bx/dip/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news