Rabu, 03 Jun 2020
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Kariyasa Adnyana Serahkan APD untuk RS Pratama Giri Emas

20 Mei 2020, 17: 44: 24 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kariyasa Adnyana Serahkan APD untuk RS Pratama Giri Emas

SERAHKAN BANTUAN: Anggota DPR RI, Ketut Kariyasa Adnyana (kanan) saat menyerahkan bantuan APD kepada RS Pratama Giri Emas, Rabu (20/5) siang. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Anggota Komisi IX DPR RI, Ketut Kariyasa Adnyana memberikan sumbangan Alat Pelindung Diri (APD) kepada tim medis di RS Pratama Giri Emas, Kecamatan Sawan, Rabu (20/5) siang. Upaya ini dilakukan sebagai dukungan terhadap tim medis yang berjibaku merawat pasien terkonfirmasi positif di rumah sakit tersebut.

Penyerahan APD diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng, IGN Mahapramana, pada Rabu (20/5/2020) siang di Loby RS Pratama Giri Emas, Kecamatan Sawan, Buleleng. ia didampingi langsung oleh Anggota DPRD Bali Dapil Buleleng, Ketut Kusuma Putra.

Dijelaskan Kariyasa, Komisi IX yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan, sudah berusaha maksimal dalam penanganan Covid-19, seperti untuk anggaran dan masalah sosial termasuk ketersediaan alat medis. Misalnya untuk alat PCR, kata Kariyasa, ketika masih hanya ada satu alat PCR, masyarakat dibuat menunggu berhari-hari untuk mengetahui hasilnya.

Namun kini setelah dibantu tambahan tiga alat PCR, hasilnya bisa diketahui terpapar Covid-19 atau tidak hanya dalam hitungan jam. Artinya tidak sampai menunggu 3 hari. "Hasilnya cepat dan akurat ketimbang rapid test. Begitu juga soal dampak sosial, dari pemerintah sudah menyiapkan beberapa program sosial yang sangat banyak," ujar Kariyasa Adnyana.

Selain memberikan bantuan APD kepada tenaga medis di RS Pratama Giri Emas, pada hari yang sama Kariyasa Adnyana juga memberikan bantuan sembako kepada masyarakat di desa Bungkulan sebanyak 200 paket dan desa Bondalem sebanyak 500 paket.

Total ada hampir 10 ribu paket sembako dibagikan ke desa-desa yang ada di Kabupaten Buleleng. "Kami terus keliling berikan bantuan. Harapannya meringankan beban masyarakat ditengah situasi Covid-19 ini," jelas Kariyasa Adnyana.

Di sisi lain, Politisi PDIP asal Kecamatan Busungbiu ini menyebut dibukanya jalur transportasi baik itu jalur udara, laut dan darat untuk wilayah Provinsi Bali ditengah pandemi Covid-19 dimungkinkan memunculkan gelombang kedatangan orang luar ke Bali. pihaknya pun meminta orang luar yang datang ke Bali agar tetap melakukan protap kesehatan yang ketat, minimal dilakukan test swab saat memasuki Bali.

Menurut politisi PDIP asal Buleleng ini, harus diterapkannya protap kesehatan yang ketat terhadap orang luar datang ke Bali, tidak lepas dari ketersediaan alat Polymerase chain reaction (PCR) khusus di Bali yang saat ini telah memadai yakni terdapat 3 alat PCR baik itu di RS Unud, RSUP Sanglah dan Dinkes Bali, dari sebelumnya hanya ada satu.

"Harus perketat standar kesehatannya. Misalnya, orang Jakarta disana harus dilakukan swab, setelah itu harus ada surat keterangan sehat, sampai di Bali kembali di swab. Sampai benar-benar orang itu tidak terpapar virus Corona," kata Kariyasa Adnyana.

Kariyasa Adnyana meminta agar masyarakat Bali tidak boleh bersantai setelah adanya pernyataan bahwa masyarakat harus ‘berdamai’ dengan Covid-19. Maksud dari berdamai itu, urai Kariyasa Adnyana, masyarakat diminta membudayakan pola hidup bersih.

"Seperti kata WHO, virus ini tidak akan hilang. Masyarakat harus berdamai dengan Covid. Berdamai bukan berarti harus leha-leha. Masyarakat kan sudah paham apa harus dilakukan. Jadi ini harus membudayakan kita hidup bersih," pungkasnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news