Rabu, 03 Jun 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Pohon Berusia 100 Tahun Lebih Tumbang di Areal Pura Jagatnata Ketewel

22 Mei 2020, 12: 56: 08 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pohon Berusia 100 Tahun Lebih Tumbang di Areal Pura Jagatnata Ketewel

TUMBANG : Pohon asem pasca timpa dua bangunan di Pura Giri Jagatnata, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Jumat (22/5). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Sebuah pohon asem di areal Pura Giri Jagatnata, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali tumbang pada Kamis sore (21/5). Pohon yang tingginya sekitar 30 meter dan memiliki diamater 3 meter, itu berusia 100 tahun lebih menimpa dua buah bangunan di pura tersebut.  Atas kejadian itu, kerugiannya mencapai Rp 800 juta, dan satu juru sapuh terkena ranting mengalami luka ringan. 

Perbekel Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Putu Gede Widya Kusuma Negara SH, menjelaskan kejadian itu sekitar pukul 16.30. "Ini pohon asem, tumbangnya sekitar pukul 16.30 dan menimpa bangunan paebatan Pura Payogan Agung berukuran 9 x 6 meter, sama bale gong Pura Giri Jagatnata Desa Ketewel yang berukuran 10x5 meter," jelasnya saat ditemui Jumat (22/5). 

Atas kejadian itu, ia menyampaikan kerugian mencapai Rp 800 juta dengan yang ditimpa dua bangunan di dua pura tersebut. "Korban jiwa tidak ada, hanya saja juru sapuh di pura terkena ranting pohonnya, sehingga mengalami luka ringan di pelipis kiri. Tiga sepeda motor milik tukang yang bekerja di sini juga tertimpa, satu rusak parah," paparnya. 

Disinggung untuk prosesi upacara, ia mengaku akan dilakukan mecaru di areal pura. "Rencana hari ini upacara mecaru ayam brumbun  untuk guru piduka. Sebab kejadiannya di areal pura, harus segera diupacarai. Saat kejadian juga tidak ada tanda-tanda, hanya hitungan menit datang pusaran angin besar, langsung ngangkat akar pohon bahkan suara pohon tumbang tidak kedengaran di rumah warga setempat," tandasnya. 

Sedangkan juru sapuh pura, Ni Wayan Beji memaparkan saat kejadian pohon yang diyakini keramat itu secara tiba-tiba tumbang ke arah timur. Karena ia tengah menyapu di areal pura, sehingga pelipis kirinya luka robek  akibat terkeda ranting pohon. "Pas nyapuh tiba-tiba dengar suara angin, dan ternyata pohon asem tumbang. Saya ingatnya sudah di bawah jatuh , dan langsung dilarikan ke dokter," paparnya. 

Dalam kesempatan itu, ia mengaku tidak sempat memiliki firasat sama sekali sebelum kejadian tersebut. "Sama sekali tidak ada firasat apa-apa,"sambungnya. 

Sedangkan salah satu warga setempat, Wayan Madru mengaku memang tidak ada kedengaran seperti pohon jatuh waktu kejadian. Padahal ia sendiri rumahnya di selatan pura sekitar 200 meter dari lokasi. "Saat kejadian sama sekali tidak ada suara pohon jatuh, kalau normalnya pasti kedengaran atau terasa getaran, ini tidak," ungkapnya. 

Ditambahkannya pasca kejadian ada salah satu keponakannya mengalami kerangsukan. Dijelaskan bahwa yang menjaga pohon tersebut secara niskala memang sudah tidak bisa lagi tinggal di sana. Sebab pohon tersebut memang sudah usia. "Yang kerangsukan itu kebetulan keponakan saya, dibilang bahwa yang jaga pohon di niskala sudah tidak kuat lagi tinggal di sana karena pohon, telah berumur," tandasnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news