Rabu, 03 Jun 2020
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Batal ke Perancis, Barong dan Rangda Terpaksa "Dikereb"

22 Mei 2020, 15: 02: 12 WIB | editor : I Putu Suyatra

Batal ke Perancis, Barong  dan Rangda Terpaksa "Dikereb"

DITUTUP : Barong dan Rangda yang rencananya pentas ke Perancis, akhirnya ditutup dalam situasi pandemi Covid-19. (ISTIMEWA)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Akibat dampak covid 19, barong milik Yayasan Kesenian Yasa Putra Sedana Payangan rencananya akan pentas di Perancis harus “dikereb” (ditutup) sementara.  Selain batal pentas ke Prancis, dampak covid juga membuat aktifitas seni yayasan yang ada di Banjar Pengaji, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan itu istirahat total. 

"Dengan sangat menyesal panitia di Prancis menunda sampai tahun depan. Mereka sangat mengharapkan kita tampil, karena setahun lalu sudah diumumkan akan ada tim dari Bali dengan tari Barong. Tahun depan rencananya akan tetap tampil di bulan Juli, sudah ada konfirmasi," jelas Ketua Yayasan, Dewa Rai Budiasa, Jumat (22/5). 

Ia juga mengatakan sementara pertunjukkan seni yang dipadukan dengan dinner di Jro Pengaji miliknya juga sudah ditutup sementara. Bahkan tercatat ada sebanyak 120 grup dari 6 agen tour and travel telah membatalkan kunjungan. "Memang bagi seniman belum terlalu terasa, karena umumnya mereka nyambi. Ada yang petani, pelajar, mahasiswa, penisunan dan ASN," jelasnya.

Diungkapkan juga kebiasaan di yayasan yang ia kelola, honor pentas selalu dibagikan menjelang hari raya Galungan. Nominalnya diakui cukup untuk mepatung maupun membuat sarana upakara banten hari raya. "Untuk Galungan yang akan datang, masih ada hak-hak mereka yang akan diterima. Galungan selanjutnya ini kami bingung, karena tidak ada aktivitas," imbuhnya. 

Saat ini pihaknya telah mendata sebanyak 60 penari dan penabuh untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah. Hanya saja, realisasinya belum dirasakan hingga kini. "Kami apresiasi pemerintah dengan beragam program pencegahan penangan covid. Tapi untuk seniman, kami sudah ajukan data. Baru sebatas itu, gimana kelanjutannya kami tidak tahu," ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, ia menambahkan sejak Januari hingga Juli 2020 semestinya ada sebanyak 120 grup yang bertandang ke Jro Pengaji Payangan. "Satu grup biasanya antara 20 sampai 40 orang. Kadang bisa sampai 100. Asumsinya,  ada sekitar 4 ribu wisman," tandas pria yang selaku Tim Ahli Bupati Gianyar tersebut.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news