Rabu, 03 Jun 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Jelang Lebaran, Harga Daging Ayam dan Bumbu Dapur di Denpasar Naik

22 Mei 2020, 17: 16: 32 WIB | editor : Nyoman Suarna

Jelang Lebaran, Harga Daging Ayam dan Bumbu Dapur di Denpasar Naik

NAIK : Harga daging ayam di sejumlah pasar di Denpasar naik, tertapi tidak terlalu tinggi. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Menjelang Lebaran, beberapa kebutuhan pokok mengalami kenaikan, di antaranya daging ayam dan cabai. Dari pantauan di Pasar Kreneng, harga daging ayam broiler mencapai Rp 40 ribu per kilogram. Sementara di Pasar Pula Kerti, Pasar Badung dan Pasar Agung harga daging ayam Rp 39 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga daging ayam berkisar Rp 38 ribu per kilogram.

Harga cabai juga mengalami kenaikan bervariasi. Untuk cabai merah besar mencapai Rp 17 ribu dari harga sebelumnya Rp 12.500. Cabai kecil meningkat menjadi Rp 25 ribu dari harga normal Rp 19.500. Sementara bawang merah per kilogramnya mencapai Rp 50 ribu dari harga sebelumnya Rp 48 ribu. Sedangkan bawang putih yang sempat mengalami lonjakan harga, kini turun menjadi Rp 21 ribu dari sebelumnya Rp 24.500.

Dikonfirmasi terkait kenaikan harga tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari menyampaikan, kenaikan harga tersebut terjadi karena menjelang hari raya Idul Fitri. “Karena mejelang Lebaran, harga beberapa kebutuhan pokok terlihat naik. Untuk saat ini yang dominan mengalami peningkatan harga adalah daging ayam. Justru daging sapinya masih tetap stabil di harga Rp 115 ribu. Mungkin karena di sini umat muslimnya sedikit dan sudah pada pulang kampung, jadi yang beli daging sapi juga tidak banyak. Malahan daging ayamnya yang banyak dicari,” ujarnya saat ditemui di kantor setempat, Jumat (22/5).

Utari menambahkan, kenaikan harga pokok menjelang hari raya Idul Fitri merupakan hal yang biasa. Ini pun sudah terjadi setiap tahun ketika menjelang hari raya. “Tidak Idul Fitri saja, saat Galungan dan Kuningan juga begitu. Perlahan tapi pasti harga-harga itu merangkak naik. Namun naiknya gak terlalu tinggi. Cuma selisih sedikit, paling naiknya seribu sampai dua ribu saja,” ungkapnya.

Utari pun mengaku rutin melakukan monitoring setiap dua kali seminggu untuk memastikan harga-harga kebutuhan pokok di pasaran, serta mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan harga terlalu tinggi.

(bx/dhi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news