Rabu, 03 Jun 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Palsu Surat Keterangan Mudik, Tiga Pelaku Diamankan Polres Badung

22 Mei 2020, 18: 06: 06 WIB | editor : Nyoman Suarna

Palsu Surat Keterangan Mudik, Tiga Pelaku Diamankan Polres Badung

DIRILIS : Para pelaku pemalsu surat keterangan mudik dirilis Polres Badung. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Polres Badung mengamankan tiga orang pelaku pemalsu surat keterangan mudik yang terjaring di cek point. Para pelaku yang diamankan antara lain Ikhwan Mudin, 30 dan Sutomo, 34, yang merupakan satu komplotan. Pelaku lainnya adalah Aan Setiawan, 35, asal Jember.

Kasubag Humas Polres Badung Iptu I Ketut Gede Oka Bawa  menerangkan, para pelaku yang kini ditetapkan sebagai tersangka, ditangkap saat pemeriksaan di pos penyekatan Polres Badung, Kamis (21/5) pukul 00.30 dini hari.

“Saat itu kami menemukan mobil travel yang mengangkut 21 penumpang. Ketika kami periksa surat jalan mereka, tersangka Sutomo memberikan 20 bandel surat jalan yang terdiri dari surat keterangan sehat dan surat jalan atau surat pernyataan. Setelah kami lakukan pengecekan secara mendalam terhadap dokumen itu, kami menemukan ada 19 surat yang kami duga palsu,” ungkap Iptu Oka.

Petugas kemudian tidak memberikan travel tersebut melanjutkan perjalanan dan memeriksa para penumpang. Ketika diperiksa, sopir travel tersebut bernama Sasonko Prasetyo Adinugoho, mengaku tidak tahu-menahu tentang dokumen tersebut. “Sopir mengaku disewa oleh PT Travel Nabila Jaya Trans untuk mengangkut penumpang tersebut ke Gilimanuk. Dia menerima bayaran Rp 1,2 juta. Dokumen diurus oleh pihak travel,” beber Iptu Oka.

Salah satu penumpang, Budi Hartono, mengaku tidak pernah membuat surat tersebut. Semuanya diurus oleh pihak travel. “Penumpang membayar Rp 350 ribu untuk mendapat surat keterangan palsu dari RS Sanglah dan surat palsu juga atas nama PT. Subida Jaya. Setelah kami interogasi, ternyata penumpang itu bukan karyawan  PT. Subida Jaya,” ungkap Iptu Oka.

Petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap Ikhwan Mudin selaku pembuat surat-surat tersebut. Setelah diinterogasi, dia mengaku membuat surat keterangan tersebut dengan mencari contoh di Google. “Dalam pembuatan surat tersebut pelaku mengaku mendapat untung sampai Rp 500 ribu dalam setiap transaksi,” jelasnya.

21 orang penumpang ini kemudian dikembalikan oleh para polisi dan gagal melakukan perjalanan mudik. Sedangkan Sutomo dan Ikhwan Mudin, kini ditahan di  Polres Badung.

Sedangkan tersangka lainnya, Aan Setiawan, ditangkap pada operasi yang sama oleh Polres Badung. “Saat ditangkap, tersangka Aan membawa 19 penumpang dengan mobil travel DK W 7118 US. Saat diperiksa, kami menemukan ketidaksesuaian nama antara di surat dan Identitas asli para penumpang. Kemudian kami menahan mobil travel tersebut,” jelas Iptu Oka.

Setelah diinterogasi, Aan mengaku membuat surat palsu tersebut dengan melihat contoh di internet. “Tersangka Aan juga membuat stempel palsu puskesmas untuk surat keterangan kesehatan dan surat palsu atas nama PT. Kreasi Sentosa Abadi,” beber Iptu Oka kembali.

Polisi kemudian memeriksa pemilik kendaraan travel yang digunakan tersangka dan 19 penumpang lainnya. “Dari pengakuan pemilik kendaraan, tersangka menyewa mobilnya dua hari dengan harga Rp 500 ribu per hari,” ungkap Kasubag Humas senior ini.

Para tersangka dikenakan dengan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen atau membuat surat palsu.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news