Rabu, 03 Jun 2020
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Harga Daging Ayam di Tabanan Tembus 40 Ribu Perkilogram

22 Mei 2020, 18: 50: 22 WIB | editor : I Putu Suyatra

Harga Daging Ayam di Tabanan Tembus 40 Ribu Perkilogram

PEDAGANG : Salah satu pedagang ayam potong di Pasar Dauh Pala, Tabanan. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Harga daging ayam kini mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan setelah beberapa waktu lalu sempat anjlok. Hal itu terjadi karena permintaan daging ayam meningkat namun ketersediaan barang sedikit.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan,  Ni Wayan Primayani mengatakan bahwa harga daging ayam di pasaran sebelumnya berada di kisaran Rp 25 ribu perkilogram. Namun sejak beberapa hari belakangan ini, harga daging ayam justru mengalami kenaikan yang cukup siginifikan. Hal itu terpantay di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Tabanan. Diantaranya di Pasar Dauh Pala. “Harga daging ayam saat ini antara Rp 39 ribu sampai Rp 40 ribu perkilogram. Itu terjadi karena barang sedikit permintaan banyak,” ujarnya Jumat (22/5).

Padahal sebelumnya, di tengah pandemi covid-19 ini, harga daging ayam sempat anjlok. Yakni ditingkat peternak sempat berada di harga Rp 10 ribu perkilogram. Kondisi ini yang membuat peternak enggan beternak ayam potong kembali sebab mereka tak ingin merugi lebih banyak lagi. Akibatnya para peternak lebih memilih untuk tidak beternak dulu yang memnuat ketersediaan daging ayam di pasaran sedikit. “Mungkin peternak ini tidak berani karena takut rugi seperti beberapa waktu lalu,” paparnya. 

Atas kondisi tersebut pihaknya pun terus melakukan monitoring di beberapa pasar tradisional di Tabanan untuk memantau harga dari berbagai komoditas khususnya bahan pokok dan bumbu dapur. Adapun komuditas yang mengalami penurunan harga yakni cabai rawit yang kini berada di harga Rp 16 ribu perkilogram serta bawang putih yang kini berada di harga Rp 20 ribu perkilogram. Namun dirinya mengakui, daya beli masyarakat masih cenderung menurun jika dibandingkan sebelum covid-19 ini. “Ada beberapa komoditas yang harganya turun. Dan kami terus lakukan terus monitoring seminggu sekali,” pungkasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news