Rabu, 03 Jun 2020
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Pedagang Pasar di Tabanan Mulai Dikenakan Retribusi

22 Mei 2020, 18: 55: 03 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pedagang Pasar di Tabanan Mulai Dikenakan Retribusi

PEDAGANG PASAR: Salah satu pedagang pasar tradisional di Tabanan. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Setelah sempat tak dipungut biaya retribusi sejak per 29 Maret 2020 lalu lantaran jam operasional yang dibatasi, kini para pedagang pasar di Kabupaten Tabanan mulai akan dipungut kembali biaya retribusi harian. Ketentuan tersebut berdasarkan atas Surat Edaran (SE) Bupati Tabanan Nomor 517/686/Disperindag.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan Ni Wayan Primayani, mengatakan bahwa mulai hari Jumat (22/5) semua pedagang di pasar tradisonal di Kabupaten Tabanan akan kembali dikenakan biaya retribusi harian. Ketentuan tersebut termasuk di dalamnya pengenaan retribusi pada pedagang dadakan atau pedagang bermobil yang sempat direlokasi Lapangan Alit Saputra Banjar Dangin Carik, Kecamatan Tabanan dan kini sudah menempati lokasi baru di Terminal Pesiapan dan Terminal Tuak Ilang.

“Pengenaan retribusi bagi pedagang yang menempati lokasi baru tersebut dikenakan tarif retribusi sesuai dengan Perda yang sudah ada,” ungkapnya Jumat (22/5).

Ditambahkannya jika sesuai Perda untuk pedagang bermobil dikenakan tarif retribusi Rp 10.000 per sekali berjualan per hari, dan pedagang yang berjualan dipedasaran (non permanen) dikenakan Rp 2.000 per hari. Di sisi lain meskipun sudah mulai dilakukan pungutan retribusi dan ada sejumlah penambahan jumlah pedagang dadakan sekarang ini, kondisi tersebut belum bisa menjamin target retribusi yang dipatok mencapai Rp 6 Miliar pada tahun 2020 atau mengalami lonjakan dibandingkan target Rp 4,6 Miliar pada 2019 lalu akan tercapai.

Hal itu disebabkan karena tidak ada yang bisa menjamin bahwa penambahan jumlah pedagang (pedagang dadakan) ini akan tetap berjualan atau malah berhenti jualan dan beralih ke profesi sebelumnya seiring dengan pulihnya kondisi setelah covid-19 nantinya berakhir. Kondisi tersebut juga didasari pada pengalaman sebelumnya ketika memindahkan pedagang ke lokasi Lapangan Alit Saputra pihaknya hanya mencatat 98 pedagang yang bukan berjualan di atas mobil dan 68 pedagang berjualan di atas mobil, namun setelah di pindahkan ke lokasi Lapangan Alit Saputra jumlah yang tercatat tersebut membengkak khususnya berjualan di atas mobil menjadi 120 pedagang.

“Karena penambahan pedagang yang cukup besar itulah kemudian eks pedagang di Lapangan Alit Saputra dibagi menjadi dua lokasi pemindahaan. Yakni, Terminal Pesiapan dan Terminal Tuak Ilang. Namun, setelah beberapa hari berjalan setelah menempati lokasi baru, ternyata tidak semua pedagang memanfaatkan lokasi tersebut,” sebutnya.

Sementara itu, seiring dengan mulainya kembali pengenaan tarif retribusi pasar ini, pihaknya dengan menggandeng Satpol PP akan melakukan penertiban sejumlah pedagang liar yang berjualan disejumlah titik, termasuk yang berjualan di atas trotoar. Nantinya, pedagang liar ini akan diarahkan ditampung berjualan di sejumlah titik pasar dengan tetap mengacu pada pedoman protokol penanganan Covid-19.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news