Rabu, 08 Jul 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Setelah Dikubur, Hasil Swab Anak di Gianyar Keluar; Positif Covid-19

01 Juni 2020, 19: 27: 28 WIB | editor : I Putu Suyatra

Setelah Dikubur, Hasil Swab Anak di Gianyar Keluar; Positif Covid-19

SAAT DIRAWAT: Seorang anak di Gianyar hasil swabnya positif Covid-19 setelah jasadnya dikubur. (ISTIMEWA)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Seorang bocah GALP,12, asal Desa Serongga, Gianyar yang tinggal di wilayah Batubulan  meninggal dunia terkonfirmasi positif covid 19. Sebelum meninggal yang bersangkutan sempat dirawat di rumah selama dua hari hingga akhirnya dirawat di RS Ganesha pada (28/5). Karena terjadi penurunan kesadaran, pasien dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar hingga akhirnya meninggal dunia pada (30/5).

Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan Covid 19 Kabupaten Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya membenarkan bocah yang meninggal dunia, dan setelah dikubur hasil SWAB keluar positif covid 19. Selain itu orang tua bocah terebut merupakan seorang satpam di salah satu Bank di Batubulan, dan Ibunya adalah ibu rumah tangga beserta memiliki seorang adik yang masih balita.

"Mulai demam pada (24/5) sempat dirawat di rumah dua hari sebelum akhirnya dirawat di RS Ganesha pada (28/5) dengan gejala demam, mual, muntah, malgia dan nyeri menelan dengan diagnosa Supek DHF," jelasnya, Senin (1/6).

Dilanjutkan pada  (30/5) dilakukan rapid test dengan hasil reaktif. Karena terjadi penurunan kesadaran dan memerlukan perawatan PICU dengan diagonsa Sup Ensefaliti, pasien dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar. Selanjutnya dari pihak RS dilakukan swab karena hasil rapid reaktif, kemudian pasien meninggal dan selanjutnya dibawa ke Serongga (tempat asal pasien) dan tidak langsung dimakamkan. Melaikan disemanyamkan sementara di rumah duka (Balai Dangin), hal ini karena saat jenazah dipulangkan hasil swab belum keluar.

Dikatakan pada (31/5) jenasah dibawa ke setra untuk disemayamkan sesuai prosesi Agama Hindu hanya saja tanpa prosesi nyiramin.  Karena pihak keluarga curiga dengan kematian yang begitu cepat. Sehingga pihak keluarga berinisiatif tidak melibatkan banyak orang dan menjalankan protokol kesehatan penanganan covid-19.

"Hari ini pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar menerima laporan hasil SWAB dari RSUP Sanglah dengan hasil positif Covid-19.  Selanjutnya tim surveillance Dinas Kesehatan Kabupaten melakukan koordinasi dengan pihak RS Ganesha, Ka. Puskesmas Sukawati 2, terkait histori perjalanan penyakit pasien, selanjutnya dilakukan investigasi ke RS Ganesha dan  ke rumah tempat tinggal pasien di wilayah Batubulan," imbuhnya.

Disampaikan kondisi rumah sepi, dan informasi dari tetangga pihak keluarga berada di kampungnya (Desa Serongga). Menerima laporan tersebut tim melanjutkan investigasi ke Serongga dengan berkoordinasi dengan Ka.Puskesmas Gianyar 1, Bidan Desa, Pejuru yang merupakan satgas gotong royong desa Serongga.  Selanjutnya tim menuju rumah duka untuk memberikan penjelasan dan sekaligus melakukan kontak trasing.

"Hasil koordinasi telah disepakati dan tindak lanjut pada (2/6) pukul 09.00 akan dilaksanakan swab bagi keluarga yang kontak erat sebanyak 4 Orang (kedua orang tua, adik dan tante yang merawat dan menjaga pasien).  Untuk anggota keluarga dan kerabat yang terlibat dalam prosesi pemakam masih dilakukan pendataan untuk dilakukan Rapid Test," papar pria yang selaku Sekda Gianyar ini.

"Sedangkan hasil koordinasi dengan Bapak Perbekel Desa Serongga, Tokoh Masyarakat dan Koordinator Satgas Gotong royong Desa Serongga disepakati untuk melakukan  isolasi mandiri mengacu pada protokol kesehatan. Dan untuk desinfektan di areal rumah sudah dikoordinasikan dengan Bapak Camat Gianyar dan rencana besok akan dilaksanakan," imbuhnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news