Rabu, 08 Jul 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Dewan Badung Berharap Akses Publik Dibuka 15 Juni

02 Juni 2020, 19: 52: 49 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dewan Badung Berharap Akses Publik Dibuka 15 Juni

Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Wacana penerapan New Normal atau kenormalan baru oleh pemerintah ditanggapi DPRD Badung. Dewan mendukung upaya pemulihan ini dengan menekankan protokol kesehatan harus betul-betul ketat. Apalagi jika nantinya akses pariwisata di Bali, khususnya di Badung dibuka kembali.

Menurut Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, kenormalan baru dipandang sebagai salah satu cara memulihkan roda perekonomian.

"Jadi New Normal ini, mungkin ini adalah salah satu cara membuka roda perekonomian kembali, menormalisasikan aktivitas masyarakat," ungkapnya, Selasa (2/6) di gedung dewan.

Namun, Sekretaris DPC PDIP Badung ini mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar tidak lengah. Protokol kesehatan, menurutnya, harus dilaksanakan dengan baik. "Protokol kesehatan harus digunakan, instruksi presiden harus digunakan, instruksi dari menteri kesehatan harus dijalankan, pakai masker, cuci tangan, dan thermoscanner," katanya.

Bahkan, jika nanti akses pariwisata dibuka, bila perlu pengunjung harus bisa menunjukkan hasil rapid test. "Ini artinya secara bertahap kita berani membuka diri, tapi tidak melanggar protokoler kesehatan," ujarnya.

Lebih tegas, Parwata berharap 15 Juni sudah ada upaya bertahap untuk membuka akses publik. Sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan, semisalnya dunia usaha.

Lebih lanjut, ia menerangkan sekitar 86 persen pendapatan asli daerah Badung bersumber dari pajak hotel dan restoran (PHR). "Karena itu, kami juga tidak ingin berlama-lama. Namun kami juga mendorong supaya secara bertahap dibuka kegiatan masyarakat, sehingga perekonomian bisa jalan, tapi sekali lagi dengan memperhatikan SOP dan protokol kesehatan," jelasnya.

Jika kondisi seperti saat ini semakin lama, menurutnya, semakin berat pula kehidupan masyarakat. Apalagi masa akhir Covid-19 pun belum bisa diprediksi. Belum lagi upaya pemulihan setelahnya. "Tapi lebih baik kita waspada dan kita buka," tandasnya.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news