Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Tilas Naga Bisa Mematikan Jika Ekor Bertemu Kepala

02 Juni 2020, 23: 22: 56 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Tilas Naga Bisa Mematikan Jika Ekor Bertemu Kepala

Jro Mangku I Nengah Rentya (agus sueca)

Share this      


Cacar Ular atau Cacar Api adalah penyakit yang ditandai dengan timbulnya bintil kulit berisi air pada salah satu sisi tubuh dan terasa nyeri.

Penyakit yang juga dinamai Herpes zoster ini, disebabkan infeksi virus Varicella Zoster.

Di Bali (Hindu), penyakit ini disebut Tilas Naga atau Upas Kuambit Naga yang diyakini  bisa juga akibat non medis.
Lantaran ada keyakinan bahwa Tilas Naga juga bisa muncul akibat kekuatan black magic, tak sedikit umat yang juga menempuh pengobatan dengan cara non medis. Konon penyakit ini juga bisa disebabkan oleh kiriman mantra seseorang.

Bahkan yang bikin ngeri, konon jika upasnya dari ekor bertemu mulut akan menyebabkan penderitanya meninggal.

Dari segi medis,  virus Varicella zoster ini juga menyebabkan penyakit cacar air.
Infeksi pertama virus ini menyebabkan cacar air, gejalanya  bintil-bintil berair di seluruh tubuh.

Setelah sembuh, pada umumnya virus ini menjadi tak aktif (dorman), namun bertahan dalam organ saraf selama bertahun-tahun.
Virus ini bisa aktif kembali, sehingga terjadilah cacar api tersebut. Lepuhan atau bintil merah akan timbul mengikuti saraf dari sumsum tulang belakang dan membentuk pola seperti pita pada area kulit pada satu sisi tubuh, kanan atau kiri, sesuai di mana virus itu berdiam.

Itulah sebabnya  kenapa cacar api tak pernah melewati garis tengah tubuh.

Gejala utama Herpes zoster adalah timbulnya bintil berisi air pada kulit. Bintil yang muncul seperti cacar air di salah satu sisi tubuh, kanan atau kiri. Bintil tersebut hanya setempat.

Jaringan sekitar bintil menjadi bengkak, dan
akan berkembang menjadi luka lepuh. Kemudian luka lepuh akan pecah dan menjadi luka berkerak, lalu menghilang secara perlahan.
Bintil yang timbul di area mata dapat mengganggu penglihatan.
Bintil tersebut terasa nyeri seperti terbakar, kaku, dan kesemutan, yang semakin parah bila tersentuh.

Rasa nyeri ini sebenarnya sudah timbul 2-3 hari sebelum bintil muncul, dan masih akan terus terasa, bahkan setelah bintil sudah hilang.
Selain bintil dan nyeri, gejala lain yang dirasakan oleh penderita adalah demam, sakit kepala, lemas, silau terhadap cahaya.
Penekun spiritual asal Jembrana, Jro Mangku I Nengah Rentya, tak menyanggah bahwa Tilas Naga juga bisa dari buatan orang yang menekuni Aji Ugig ( Ilmu Hitam).
"Penderitanya akan merasakan demam dan kemudian gatal-gatal di bagian tubuh, muncul bintil merah dan makin meluas. Air pecahan dari bintil itulah yang menyebabkan makin luas,” ujar Jro Mangku I Nengah Rentya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group ) kemarin di Jembrana.
Dikatakannya,  sumber penyakit ini memang berupa virus. Namun, dalam beberapa kasus ada yang sampai tidak bisa disembuhkan secara medis, dan akhirnya memilih untuk ke balian atau ke tokoh supranatural. Hasilnya ?Ternyata penyakit  juga bisa kiriman dari orang.

Seraya menyalakan rokoknya, pria yang sehari-hari bertani itu, menerangkan bahwa jika orang yang mengirim biasanya merapal mantra.
Menurut Jro  Mangku I Nengah Rentya, kurun waktu seseorang mempelajari mantra untuk bisa benar-benar menimbulkan efek bagi sasaran yang dituju cukup lama. Ia memperkirakan perlu waktu sekitar 90 hari agar bisa menguasai mantra itu.

Tidak hanya mantranya saja, seseorang juga harus bisa fokus kepada orang yang dituju.

“Biasanya si pengirim akan memfokuskan pada gambaran tubuh orang yang dituju. Namun itu sangat sulit jika pengirim bukan orang tekun. Bisa saja hanya gambaran bagian tubuh tertentu dari korban saja yang bisa dia fokuskan dengan baik. Makanya Upas Kuambit Naga itu bisa muncul di bagian tubuh tertentu,” tambahnya lagi.
Jika berhasil, orang yang dituju , lanjutnya, target akan mengalami demam, kemudian meriang, selanjutnya mulai gatal-gatal. Bintil merah mulai muncul satu persatu. Jika pecah, maka air dari pecahan bintil itu akan menyebabkan bintil-bintil  meluas.
“Di semua bagian tubuh bisa kena, namun paling berbahaya di bagian pinggang. Dibilang berbahaya karena bisa melingkar dan dipercaya jika sampai ujungnya ketemu ujung dari upas itu, maka bisa mengancam nyawa penderitanya. Maka dari itu namanya Kuambit Naga,” terang pria yang punya keahlian mengobati penyakit akibat tilas ini.
Pasien yang datang ke tempatnya, diakuinya setelah berobat ke medis tidak kunjung sembuh. Jika tidak diobati Upas Kuambit Naga, lanjutnya, bisa menyebabkan bagian tubuh mulai membusuk dan juga bisa membuat setengeh tubuh mati, seperti orang terkena struk.
Pria tiga anak tersebut mengatakan, jika sudah lebih dari 10 hari sangat susah mengobatinya. “Penderita harus sesegera mungkin mengobatinya agar semakin mudah disembuhkan,” tambahnya.
Menurut Jro Mangku I Nengah Rentya, sering kali penderita tidak tahu bahwa Upas Kuambit Naga tidak boleh terkena air. Namun, karena ketidaktahuan itu, penderita mandi seperti biasa, akibatnya penyebaran dari upas  kian cepat menjalar, apalagi daya tahan tubuh tidak bagus.
Pengalaman Jro  Mangku I Nengah Rentya selama ini menangani pasien, Upas Kuambit Naga muncul ada yang di leher, bibir, wajah, payudara hingga pinggang.
Dikatakannya, ada pasien yang sampai keras sekali Upas Kuambit Naganya di leher. 

“Area leher ini kan cenderung lebih tipis,  jika sudah parah  benar-benar parah luka dan nanahnya. Apalagi juga ada yang merembet sampai di bibir, jadi bikin  susah makan,” terangnya. 

(bx/sue/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news