Rabu, 08 Jul 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Empat Warga Sakah Meninggal Misterius Usai Upacara Mesaba Jelang Panen

03 Juni 2020, 14: 19: 11 WIB | editor : I Putu Suyatra

Empat Warga Sakah Meninggal Misterius Usai Upacara Mesaba Jelang Panen

MENINGGAL DUNIA: Dua dari empat warga Sakah, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Gianyar yang meninggal dunia. (ISTIMEWA)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Empat warga Banjar Sakah, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Gianyar meninggal dunia secara beruntun pada (27/5) lalu. Hal itu terjadi mulai sehari paska dilakukannya prosesi upacara mesaba (syukuran) menjelang panen di Pura Hyang Soka dengan nguling dan mebat lawar. Hal itu diungkapkan oleh Pekaseh Subak Teges Ulu, Banjar Sakah,  Desa Batuan Kaler, Sukawati, Gianyar, Bali, Dewa Nyoman Yuda, Rabu (3/6).

Diungkapkan kegiatan nguling dalam rangka mesaba tersebut yang terlibat adalah krama Subak Teges Ulu desa setempat. Dengan menghadirkan sebanyak 21 krama untuk membuat sarana upacara yang diperlukan. Ada yang mebat membuat lawar ada juga yang nguling di areal jaba Pura Hyang Soka.

“Kami hanya libatkan 21 orang krama subak saja pada (26/5) itu. Kegiatannya sejak pagi, hingga pukul 14.00 ngaturang wali, dan pukul 16.00 krama budal (pulang, Red),” paparnya.

Empat Warga Sakah Meninggal Misterius Usai Upacara Mesaba Jelang Panen

MECARU: Prosesi mecaru di areal Subak Teges Ulu, Banjar Sakah, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Rabu (3/6). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Dijelaskan selesai menghaturkan wali, krama mendapatkan bagian lawar maupun daging babi guling yang telah dihaturkan. “Waktu itu semuanya nunas, semua dapat bagian dibungkus dan dibawa pulang, dan tidak terjadi apa-apa. Tetapi besok harinya, pada (27/5) baru kejadian beberapa krama dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami sakit pada perutnya,” sambung Dewa Yuda.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan terdapat salah satu warga yang meninggal dunia pada (27/5) sore. Namun untuk hasil lab di rumah sakit disebabkan oleh demam berdarah, dan tidak ada yang disebutkan karena keracunan makanan.

“Semua krama yang dapat nunas itu pasti semua anggota keluarganya sempat makan. Makanya ini belum pasti penyebabnya apa, kalau dibilang keracunan pasti semuanya kena. Sedangkan ini malah ada yang kena dan ada yang tidak,” ujarnya.

Pada tanggal (28/5) terdapat tiga krama setempat yang meninggal dunia hampir bersamaan. Bahkan di antaranya kakak beradik. Sehingga dalam kurun waktu dua hari orang meninggal dunia di sana sebanyak empat orang secara beruntun. Namun untuk penyebabnya dikatakan belum bisa dipastikan, apakah itu akibat keracunan makanan atau salah pengolahan saat menyajikan makanan waktu mesaba tersebut.

“Termasuk saya dan keluarga saya juga sempat nunas, tapi tidak ada keluhan sakit. Hanya saja sempat saya ke dokter. Waktu itu sempat perut merasa sakit tapi saat diperiksa tidak kenapa-kenapa. Bahkan teman saya juga sempat makan lawar dan daging babi itu, kebetulan dia ke rumah sampai sekarang juga tidak ada keluhan. Sementara warga di sini sampai kemarin Selasa (2/6) masih ada yang terus periksa keluhan sakitnya ke dokter,” imbuhnya.

Sementara untuk langkah yang dilakukan pihaknya, Dewa Yuda telah menyelenggarakan prosesi pecaruan di pura setempat. Tujuannya untuk nunas guru piduka maupun nunas pabersihan, ketika dalam prosesi mesaba tersebut ada sesuatu hal yang kurang. Selain itu juga untuk menetralisir di wilayah tersebut menjadi lebih bersih secara niskala.

“Kami di subak hari ini sudah melakukan pecaruan di tiga pura yang ada tempat prosesi mesaba. Yaitu di Pura Hyang Soka, Pura Batu Madeg, dan Pura Ulun Suwi wilayah Banjar Sakah, Desa Batuan Kaler. Tujuannya nunas ica, apa yang kurang agar dimaafkan, dan waktu ngayah itu ketika ada yang kurang maupun ada yang salah agar dilebur. Pembersihan tujuannya,” tandas Dewa Yuda.

Sementara itu salah satu warga setempat, Ni Putu Ayu Mas menjelaskan kematian warga yang secara beruntun masih menjadi misteri. Sebab ada hal yang dianggap aneh, dengan kematian secara berturut-turut di suatu desa dirasa sebagai peringatan agar lebih berhati-hati dalam bertindak.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news