Kamis, 21 Jan 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Sampah “Jadi” Beras, Itulah yang Terjadi di Desa Sayan Gianyar

07 Juni 2020, 18: 43: 11 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sampah “Jadi” Beras, Itulah yang Terjadi di Desa Sayan Gianyar

BERAS : Warga Desa Sayan, Kecamatan Ubud saat menukarkan sampah dengan beras di Balai Banjar Penestanan Kaja, Desa Sayan, Minggu (7/6). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXRESS – Beberapa pemilik restaurant dan villa di Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar membuat aksi sosial. Kegiatan itu dilakukan selama empat hari, mulai 6 Juni hingga 9 Juni 2020 di empat banjar yang memiliki bank sampah. Aksi itu dengan menyediakan 2 ton beras, lantaran warga yang datang bawa sampah, pulangnya membawa beras.

Salah satu pengusaha restaurant setempat, I Made Janur Yasa menjelaskan program itu pernah dilakukan di banjarnya sendiri di Banjar Jangkahan, Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Melihat kegiatan itu menguntungkan banyak pihaknya, sehingga ia berinisiatif melakukan aksi serupa di tempat usahanya. “ Kita mulai rubah cara pemberian bantuan, sehingga membersihkan lingkungan dari sampah plastik dapat dan beras warga juga dapat,” terangnya, Minggu (7/6).

Dalam kesempatan itu, Made Janur menyampaikan program tersebut dapat menggugah warga dalam memilah sampah. Dengan demikian  lingkungan menjadi bersih, dan para donator yang ikut di dalam aksi itu juga merasa sumbangan mereka menjadi lebih berharga dan bermanfaat. Sehingga aksi itu dapat menyadarkan masayrakat membersihkan lingkungan dengan mengumpulkan sampah yang bisa didaur ulang kemudian ditukar dengan beras.

Sementara Perbekel Desa Sayan, I Made Andika mengaku penukaran sampah plastik dengan beras itu dilakukan untuk membantu warga desa yang terdampak covid 19. “Warga datang bawa sampah, dan pulangnya bawa beras. Program ini juga didasari oleh filosofi Among Krisma Kerti yang berarti makna sebuah upaya menjaga keseimbangan dan kelestarian rumah sendiri,” paparnya.

Andika menambahkan penukaran itu berlangsung selama empat hari berturut-turut di empat banjar yang memiliki bank sampah. Pertama dari Bank Sampah Kaswari Banjar Penestanan Kelod pada Sabtu (6/6). Bank Sampah Asri Banjar Penestanan Kaja, Minggu (7/6), Bank Sampah Kedassih Banjar Pande, Senin (8/7), dan Bank Sampah Luwu Mas di Banjar Mas, Desa Sayan pada Selasa (9/6).

“Kami di desa menyediakan sebanyak 2 ton beras, masing-masing bank sampah mendapat bagian 500  kilogram beras. Jika kurang sisanya akan dibantu oleh donator yang sudah membantu kegiatan ini. Yaitu dari beberapa perkumpulan restaurant dan villa di Desa Sayan,” imbuhnya.

Sementara untuk beras yang didapatkan dari warga, untuk 1 kilogram sampah akan mendapatkan 1 kilogram beras.  Bahkan  warga yang menukarkan sampah bervariasi jumlahnya, mulai yang 1 kilogram hingga 108 kilogram. “Yang terbanyak ada menukarkan sampah dan mendapatkan beras sebanyak 108 kilogram beras,” tandas Andika.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news