Sabtu, 28 Nov 2020
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Tak Hanya Mengambil, Masyarakat Ikut Menaruh Bahan Makanan di Dalung

10 Juni 2020, 14: 05: 40 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tak Hanya Mengambil, Masyarakat Ikut Menaruh Bahan Makanan di Dalung

SALING BANTU: Langkah unik dan sangat indah dalam semangat saling membantu. Bahkan ini dianggap sebagai jembatan si kaya untuk membantu si miskin. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BADUNG, BALI EXPRESS -Di tengah Covid-19, Yayasan Al Hikmah memiliki cara unik untuk berbagi. Yakni dengan meletakkan sejumlah bungkusan berisi bahan pokok di depan gedung Serbaguna yayasan, tepatnya di Banjar Bhuana Santi Blok ZZ Nomor 117 Dalung Permai, Badung, Bali. Upaya ini diharapkan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Pembina Yayasan Al Hikmah, Lukman Hakim, Selasa (9/6) mengungkapkan, kegiatan menaruh bungkusan bahan pokok itu dimulai sejak pertengahan Ramadhan lalu. "Ini adalah kegiatan sosial peduli Covid-19. Tujuannya membantu saudara-saudara kita, warga muslim maupun non muslim yang membutuhkan," ungkapnya.

Lukman menuturkan, awalnya kegiatan sederhana ini diinisiasi ibu-ibu yayasan. Namun justru mendapat respon positif. Sebab, tiba-tiba banyak masyarakat yang tak hanya mengambil, namun ada yang ikut menaruh bahan pokok. "Ini awalnya ada sumbangan dari donatur ibu-ibu yayasan. Akhirnya lama-kelamaan masyarakat ikut menaruh. Ada yang tidak kita kenal datang dan menaruh barang. Ada pula yang ambil," katanya.

Menurutnya, kegiatan ini juga memfasilitasi masyarakat yang ingin berbagi dan masyarakat yang membutuhkan. Caranya pun terbilang gampang dan sederhana. "Hal ini juga menjembantani si kaya dan si miskin untuk kepedulian. Saling membantu sesama. Karena banyak saudara kita yang terdampak," jelasnya.

Bungkusan pun berisi aneka ragam bahan pokok. Ada beras, sayur, daging dan lainnya. Bagi yang membutuhkan disilahkan mengambil secukupnya. Ketentuannya, tak lebih dari dua bungkus. "Ini tiap hari ada.

Kami buka pagi sampai sore. Kalau semisalnya tak habis, kami taruh di kulkas agar tetap segar. Tapi sejauh ini, selalu habis," tandas Lukman.

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news