Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features
I Putu Adi Bhawa; Driver yang Banting Setir

Dulu Driver Pariwisata, Kini Jual Alat Pancing, Modifikasi Mata Kail

12 Juni 2020, 12: 27: 53 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dulu Driver Pariwisata, Kini Jual Alat Pancing,  Modifikasi Mata Kail

SOPIR BANTING STIR: Covid-19 menjadikan orang harus bertahan hidup. Seperti yang dilakukan oleh Putu Adi Bhawa, kini jualan alat pancing. (ISTIMEWA)

Share this      

Namanya I Putu Adi Bhawa Mahatmika. Sebelum pandemi Covid-19, Adk Bhawa -sapaan akrabnya- merupakan driver yang khusus pengantar tamu mancanegara di bilangan Kuta, Seminyak dan Nusa Dua.

 

DEWA KRISNA PRADIPTA, Badung

 

TAPI kini, dunia pariwisata yang sedang terpuruk membuatnya beralih prosesi dengan berjualan alat-alat pancing. Putu Adi menjelaskan dengan serius barang dagangannya, bagaimana kelebihannya. Dan bagaimana dia melakukan modifikasi mata kail.

Profesi ini memang bukan baru dilakukan dirinya, mengingat ia juga hobi dengan memancing. Namun, karena kesibukannya menjadi driver itu, usaha sampingannya itu diistirahatkannya.

"Kali ini, bisnis jualan alat pancing ini yang saya jalankan lagi. Ya mau bagaimana lagi, tamu kan sepi sekarang," ujar Adi Bhawa Mahatmika kepada Bali Express (Jawa Pos Grup), Kamis (11/6).

Adi Bhawa yang sudah 5 tahunan menjadi driver ini menjelaskan, alat-alat pancing yang ia jual itu hanya khusus untuk mata kailnya saja. Namun, ia kembangkan (modifikasi) lagi, mengingat dunia memancing saat ini juga sudah mengalami perkembangan.

Yang ia jual disebutkannya yakni mata kail pintil (karet kecil) dan umpan bulu (saibiki). Untuk harga pintil disebutkannya Rp 25.000 per biji dan umpan bulu, Rp 20.000 per biji. "Memancing saat ini memang jadi kegiatan untuk mengisi kebosanan. Ya, pemasukan sih ada, cuma berbeda jauh saat jadi driver. Tapi saya menyukai apa yang saya lakukan ini, mungkin karena hobi," akuinya. 

Untuk sistem jualan mata pancing ini, sebut Adi Bhawa menggunakan COD (Cash on Delivery) atau bertemu langsung dengan penjual di tempat yang sudah ditentukan. "Karena usaha kecil-kecilan, dan hanya musiman, jadi sistemnya COD saja. Di online juga saya promosikan. Minimal pembeliannya 2pcs," ujarnya. 

Terkait umpan yang ia jual ini, cocok untuk ikan pelagis (ikan permukaan). Jika musim ikan seperti anakan Giant Travelly, Barakuda, Cendro dan lain-lain, umpan yang cocok adalah pintil. Tapi, untuk umpan saibiki, ikan target yang cocok adalah ikan kembung.

Tapi, yang jelas, Adi Bhawa mengaku usaha sampingannya itu akan tetap dijalani, meskipun nanti situasi sudah normal kembali. "Driver jalan, hobi jalan, usaha juga jalan," tandasnya.

(bx/dip/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news