Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Kisah Nakes Sembuh dari Covid-19; Rajin Konsumsi Daun Sirih Muda

16 Juni 2020, 17: 33: 14 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kisah Nakes Sembuh dari Covid-19; Rajin Konsumsi Daun Sirih Muda

SEMBUH: KS, 49, bersama sang istri NKS, 47, yang dinyatakan positif Covid-19 dan kini telah sembuh. (ISTIMEWA)

Share this      

Sabar, bersyukur, berdoa dan ikhlas merupakan kunci dari keluarga di Penebel, Tabanan, Bali, ini ketika dihadapkan dengan cobaan yang cukup membuat mereka bergetar. Yaitu sang ibu di keluarga kecil, itu terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan ayah dan anak tidak tertular karena rajin mengkonsumsi base atau sirih. Kini sang ibu telah dinyatakan sembuh dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga tersebut. Bagaimana kisahnya?

 

DEWA RASTANA, Tabanan

 

KS, 47, tidak menyangka jika sang istri yang sangat dicintainya akan terpapar Covid-19. Meskipun ia tahu betul jika istrinya yang merupakan tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan mendapatkan tugas untuk menjaga PMI yang menjalani karantina di salah satu hotel di Tabanan. Namun setelah menjalani tes Swab, istrinya NKS, 46, dinyatakan positif Covid-19.

"Tes Swab dua kali, yang pertama hasilnya negatif dan yang kedua hasilnya positif," terangnya menceritakan pengalamannya melalui Whatsapp.

Tepat di hari hasil tes Swab kedua keluar yakni pada tanggal 6 Juni 2020, KS pun langsung mengantar istrinya ke UPTD RS Nyitdah untuk menjalani isolasi. Di sana, NKS menjalani masa isolasi selama 14 hari sampai akhirnya dinyatakan sembuh, Minggu (14/6). "Setelah diisolasi istri saya dites swab lagi dua kali, dan keduanya hasilnya negatif sehingga dinyatakan sembuh dan boleh pulang," imbuhnya.

Kendatipun sang istri dinyatakan positif Covid-19, ia bersyukur jika dirinya dan anak semata wayangnya yang baru berusia 7 tahun tidak ikut terpapar Covid-19. Padahal mereka melakukan kontak erat dengan NKS dan tidur dalam satu kamar. Meskipun demikian mereka berdua tetap menjalani karantina mandiri selama 14 hari di rumah yang mereka kontrak di wilayah Tabanan. Kedua orang tua KS di kampung juga di karantina karena sempat bertemu saat ada acara pernikahan tetangganya.

"Saya, istri dan anak kontak erat sebelum istri positif Covid-19, tapi syukur saya, anak maupun orang tua saya negatif," paparnya.

Atas kondisi tersebut ia pun yakin jika Covid-19 tidak seseram yang bayangkan masyarakat selama ini. Apalagi ia rajin mengkonsumsi daun base (sirih, Red) yang menurutnya ampuh untuk membunuh kuman dan bakteri di tenggorokan.

"Kuman, bakteri, virus gampang sekali masuk lewat tenggorokan jadi saya makan daun base muda selembar atau dua lembar setiap hari, intinya tenggorokan tidak boleh kering. Istri saya juga begitu, sampai bawa daun base ke rumah sakit," tuturnya.

Ia pun berpesan kepada masyarakat agar tidak panik ketika ada anggota keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Meskipun menurutnya masih banyak masyarakat yang kurang paham akan Covid-19 dan stigma di masyarakat terhadap pasien positif Covid-19.

"Intinya jangan panik, disamping itu harus bersabar, bersyukur, tetap tenang dan berdoa, percaya sama Tuhan," tandas KS.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news