Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Efek Covid-19, Target Retribusi Pasar di Tabanan Direvisi

16 Juni 2020, 17: 46: 39 WIB | editor : I Putu Suyatra

Efek Covid-19, Target Retribusi Pasar di Tabanan Direvisi

Kabid Perdagangan Disperindag Tabanan Ni Wayan Primayani. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Setelah target retribusi perijinan yang direvisi, kini target retribusi pasar tradisional di Kabupaten Tabanan jug direvisi akibat pandemi Covid-19 ini. Awalnya target retribusi pasar tradisional tahun 2020 di patok Rp 6 Miliar, namun kini direvisi menjadi sekitar Rp 3,8 Miliar.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan, Ni Wayan Primayani mengatakan bahwa saat ini surat keputusan resmi terkait revisi target retribusi ini sejatinya belum turun, namun kisaran target kemungkinan berada di Rp 3,8 Miliar.

Ditambahkannya jika revisi target dilakukan lantaran adanya pandemi Covid-19 yang menimbulkan dampak khususnya kepada pedagang pasar tradisional. "Dengan demikian pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Surat Edaran Bupati Tabanan sempat membebaskan pembayaran retribusi harian sekitar dua bulan dan per tanggal 22 Mei 2020 lalu baru dipungut pembayaran retribusi lagi," paparnya Selasa (16/6).

Selain ada sejumlah pasar tradisional yang pendapatannya merosot, juga ada pasar yang baru selesai di revitalisasi, sehingga pedagang di pasar tersebut belum bisa dipungut biaya retribusi karena belum dihibahkan yakni Pasar Baturiti. “Tapi kami akan selalu berusaha untuk memenuhi target yang telah direvisi itu," lanjutnya.

Apabila dibandingkan dengan target retribusi pada 2019, kata dia maka tahun ini target yang telah direvisi ini menjadi di bawah dari target 2019. Sebab di tahun 2019 ini target retribusi dari pasar tradisional di Tabanan dipatok mencapai Rp 4,6 Miliar. Kendatipun demikian target retribusi pasar tahun ini bisa saja akan kembali direvisi pada anggaran perubahan apabila kondisi semakin membaik.

Menurut Primayani dalam kondisi normal atau tidak ada pandemi Covid-19, dan pedagang berjualan penuh setahun tanpa ada libur, sejatinya potensi retribusi pasar tradisional yang merupakan kewenangan dari pemerintah Kabupaten Tabanan mencapai Rp 5,5 Miliar per tahunnya.

Namun potensi itu juga tidak mungkin tercapai, karena biasanya setiap momen hari raya pedagang akan kebanyakan libur dan menutup dagangannya. Disebutkannya untuk saat ini setidaknya ada 12 pasar tradisional dan ditambah pasar yang ada di lokasi Terminal Pesiapan dan Terminal Tuakilang menjadi kewenangan pemeritah daerah dalam memungut biaya retribusi pasar.

Untuk biaya retribusi per pedagang yang berjualan di toko dikenakan Rp 4.000 per hari, pedagang yang berjualan di los dikenakan Rp 3.000 per hari, sedangkan untuk pedagang yang berjualan di pedasaran dikenakan biaya Rp 2.000 per hari.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news