Kamis, 06 Aug 2020
baliexpress
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Nihil Dana Pemerintah, Anggota KONI Tabanan Bergerak secara Swadaya

18 Juni 2020, 14: 58: 52 WIB | editor : I Putu Suyatra

Nihil Dana Pemerintah, Anggota KONI Tabanan Bergerak secara Swadaya

CEK SUHU TUBUH: Sebelum memulai latihan, atlet petanque Tabanan terlebih dahulu di cek suhu tubuhnya. (ISTIMEWA)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - KONI Tabanan saat ini menjadi satu-satunya induk organisasi olahraga kabupaten di Bali yang nihil bantuan dari pemerintah. Hal tersebut memang wajar, mengingat situasi dalam kondisi Pandemi Covid-19 membuat kegiatan olahraga beristirahat sementara.

Meskipun tanpa dana itu, KONI Tabanan bersama cabor anggota mereka justru tetap semangat dan tak ada yang berkeluh kesah. Malah, cabor anggota secara mandiri melakukan latihan dan tidak membebani induk organisasi mereka.

Seperti beberapa cabang olahraga yang sudah mulai melakukan latihan, dalam menyongsong New Normal saat ini. Ada cabor sepakbola yang saat ini sudah memperbolehkan untuk melakukan kegiatan, namun protokol kesehatan tetap dijalankan.

Sekretaris Askab PSSI Tabanan, I Putu Sugi Darmawan mengatakan, kegiatan sepakbola sudah mulai dijalankan sejak seminggu lalu. Klub-klub anggota maupun SSB (Sekolah sepakbola) juga sudah diberitahukan lewat pesan singkat.

"Sementara responnya bagus, contohnya di Kecamatan Tabanan di Lapangan Debes sudah ada SSB yang berlatih. Tapi, ada juga beberapa anggota masih berkonsolidasi dan berkomunikasi juga dengan pihak Relawan Penanggulan Covid-19 di wilayah masing-masing," ucap Sugi Darmawan ketika dihubungi Bali Express (Jawa Pos Grup).

Begitu juga dengan cabor Petanque. Mereka mempersilahkan atletnya untuk berlatih, cuma dengan syarat yang ketat. Misalnya, menggunakan masker saat latihan. Mencuci tangan sebelum atau sesudah latihan. Pengecekan suhu tubuh juga sangat penting, mengingat yang diijinkan masuk ke areal latihan hanya yang sehat.

"Setiap hari latihannya. Cuma kami bagi waktunya, pagi dan siang hari. Maksimal yang boleh latihan itu 15 orang saja per sekali sesi latihan. Kebetulan juga, petanque tidak ada kontak fisiknya, jadi pengaturan jarak sudah dijalankan meskipun tanpa diberitahu," ucap Ketua Pengkab FOPI Tabanan, I Ketut Westra.

Hanya saja, atlet yang datang itu merupakan proyeksi FOPI Tabanan atau atlet pantauan. "Kalau untuk pemula maupun umum, belum kami buka. Takutnya membludak," imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris KONI Tabanan, I Made Nurbawa menambahkan, pihaknya mengakui memang beberapa cabor sudah melakukan latihan, tapi tetap dihimbau agar jumlahnya dibatasi. Dan terpenting adalah menjalankan protokol kesehatan.

Uniknya, keperluan dalam latihan itu, semuanya swadaya atau mandiri dari cabor masing-masing, seperti halnya tempat cuci tangan dan alat pendeteksi suhu tubuh. "Ada dua tujuan yang dilakukan oleh cabor-cabor itu, yakni tetap membina atlet untuk prestasi dan edukasi penerapan hidup sehat. Latihan ini didukung juga oleh orang tua atlet, karena berolahraga bentuk menjaga kesehatan dan imunitas," tegas Nurbawa.

Hanya saja, tidak semua cabor anggota KONI Tabanan yang mulai menjalankan latihannya, mengingat ada cabor yang dalam prosesnya bersentuhan fisik.

Sebelumnya, KONI Tabanan telah memberitahukan kepada anggota cabor bahwa di tahun ini, KONI sama sekali tidak ada dana untuk menjalankan kegiatan. Setelah bertatap muka dengan anggota, kondisi itu pun juga sudah dipahami oleh semua cabor anggota. Namun, cabor anggota tetap dihimbau mengeluarkan ide-ide kreatif dalam proses pembinaan, salah satunya swadaya soal dana ketika melakukan kegiatan.

(bx/dip/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news