Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

DPRD Bali Tinjau Kawasan ITDC, Pastikan Kesiapan Terapkan CHS

22 Juni 2020, 21: 39: 35 WIB | editor : Nyoman Suarna

DPRD Bali Tinjau Kawasan ITDC, Pastikan Kesiapan Terapkan CHS

CEK ITDC: Rombongsn Komisi II DPRD Bali meninjau kawasan ITDC di Nusa Dua, Senin (22/6), untuk melihat kesiapan penerapan program CHS. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pemprov Bali telah menegaskan tidak akan membuka sektor pariwisata dalam waktu dekat ini. Pun demikian dalam prakondisi tatanan kehidupan era baru yang sudah dirancang dan dibahas dalam Rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 jelang akhir minggu lalu.

Meski demikian, dari sisi perencanaan, sektor pariwisata, khususnya untuk wisatawan mancanegara, baru akan dibuka pada September 2020 mendatang. Itu pun kalau situasi perkembangan penyebaran Covid-19 dipandang sudah terkendali. Artinya, ada dua kemungkinan. Sektor ini akan dibuka sesuai jadwal yang direncanakan. Atau sebaliknya, diundur sampai penyebaran Covid-19 dipandang benar-benar sudah terkendali.

Terkait itu, Senin (22/6), Komisi II DPRD Bali meninjau kesiapan ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) di Nusa Dua dari sisi penerapan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19. Rombongan komisi dipimpin langsung ketuanya, IGK Kresna Budi. Bahkan, Wakil Ketua DPRD Bali Tjokorda Gde Asmara Putra Sukawati, turut serta menjadi pengarah.

Menurut Kresna Budi, komisi yang dia pimpin sengaja meninjau kawasan tersebut untuk memastikan apakah ITDC sudah siap menerapkan tatanan kehidupan era baru. Termasuk yang paling penting adalah kesiapan kawasan itu dalam menerapkan program clean, health, safety (CHS) atau bersih, sehat, dan aman dalam menghidupkan kembali sektor pariwisata. “Secara umum, hasil pantauan kami, kawasan itu memang sudah siap menerapkan konsep CHS,” jelas Kresna Budi usai memimpin aktivitas komisinya.

Karena itu, pihaknya berharap, Nusa Dua dengan kawasan ITDC-nya nanti bisa menjadi referensi wisatawan luar negeri di tengah situasi pandemi Covid-19. Terlebih, kawasan itu cukup aman dan disertai sarana penunjang yang lengkap, khususnya rumah sakit.

Selain itu, menurut dia, begitu masuk areal kawasan, pemeriksaan sudah dilakukan dengan merujuk pada protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19. Di antaranya yang penting adalah pemeriksaan suhu tubuh. Dan ini juga berlaku di pintu masuk dan lobi hotel. “Itu sebabnya kami pandang secara umum kawasan itu memang sudah siap. Kami berharap Nusa Dua ini yang bisa jadi pioner saat pariwisata Bali dihidupkan kembali,” imbuhnya.

Menurutnya, hasil pantauan ini akan disampaikan kepada Gubernur Bali Wayan Koster. Sebagai catatan, pihaknya memandang penerapan tatanan kehidupan era baru suka tidak suka mesti dilakukan. Tentunya dengan tetap dilakukan secara selektif saat pelonggaran, serta memprioritaskan penerapan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 untuk menghindari risiko penyebaran yang baru. “Antara kesehatan dan ekonomi sama-sama penting. Ekonomi juga harus jalan. Di Nusa Dua itu, paling tidak ada sepuluh ribu tenaga kerja yang bekerja di sana. Jadi kami sependapat bila nantinya pariwisata dibuka kembali, Nusa Dua yang lebih dulu. Memang harus ada langkah awal untuk menghidupkan kembali pariwisata. Semua ada tahapannya. Dan memang harus selektif dengan melihat situasi (perkembangan Covid-19) di lapangan,” pungkasnya.

Sekadar mengingat, dalam beberapa kali kesempatan Gubernur Koster sudah menegaskan, pihaknya tidak akan membuka sektor pariwisata dalam waktu dekat ini. Meskipun demikian, pihaknya sudah menyiapkan dan merancang protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 yang wajib diterapkan di sektor pariwisata. Bahkan bila nantinya ini dibuka, prosesnya akan dilakukan secara bertahap dan selektif.

Terkait itu, kawasan ITDC rencananya akan menjadi tempat pertama yang akan dibuka. Apalagi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama, sempat meninjau kawasan itu belum lama ini.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news