Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Kenali Ciri Anak Kena Gangguan Ilmu Hitam

24 Juni 2020, 05: 58: 34 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Kenali Ciri Anak Kena Gangguan Ilmu Hitam

Gusti Ngurah Harta (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Ilmu Hitam (black magic) yang di Bali dikenal dengan Aji Ugig, masih menjadi momok menakutkan. Ilmu beraliran kiri ini, sesuai dengan namanya Ugig, yakni suka usil. Memang harus hati hati bila berurusan dengan penganut aliran kiri ini, karena tak pandang usia.

Anak-anak pun menjadi sasaran, bahkan balita tak segan dijadikan sasaran. Menurut Budayawan Bali yang juga menekuni lontar Usadha dan lontar Pangiwa, I Gusti Agung Ngurah Harta, dalam budaya Bali sebenarnya tidak dikenal istilah black magic. "Dalam budaya Bali ada yang namnya kejeniusan lokal, yang ada bagian-bagiannya lagi, seperti Pangliakan, Ilmu Pangiwa hingga Ilmu Usadha. Sedangkan black magic (Ilmu Hitam) itu adalah istilah asing yang diserap budaya lokal untuk menyatakan sesuatu yang bersifat negatif," jelasnya.

Praktek kejeniusan lokal ini, lanjut Ngurah Harta, bisa dipelajari karena ilmu tersebut juga ada di dalam kitab atau lontar Pangiwa dan Aji Ugig. Ilmu Pangiwa ini dijabarkannya ada dua, yakni yang sifatnya kebaikan dan ada juga yang sifatnya untuk menyakitii orang, baik itu orang dewasa ataupun anak-anak.

Ciri-cirinya anak kecil terkena serangan Aji Ugig, lanjutnya, sangat banyak, bahkan ada yang tidak memiliki ciri-ciri sama sekali. Ngurah Harta mengatakan, ciri yang paling terlihat adalah, si anak akan bersikap atau bertingkah laku tidak sesuai dengan kebiasannya. "Jika anak ini adalah balita, mungkin dia akan menangis tanpa alasan yang jelas, ngambek tanpa alasan hingga bertingkah laku yang tidak wajar lainnya," paparnya.

Dikatakannya, biasanya anak balita yang mendapat serangan negatif ini akan merasa tidak nyaman. Khususnya pada malam hari si anak kecil akan merasa takut, menangis tanpa sebab, sehingga membuat orang tuanya kebingungan. Sedangkan untuk bayi yang belum menginjak usia tiga oton (bulan), Ngurah Harta mengatakan sangat sulit bagi kekuatan black magic untuk menganggunya. "Karena bayi masih ada di bawah perlindungan Sang Hyang Kumara, “ ujar pendiri perguruan kebatinan Sandhi Murti ini di Denpasar, Selasa (23/6) kemarin.

Namun, jika mereka menangis di malam hari atau gelisah dan tidak nyaman, lanjutnya, mungkin orang tuanya teledor tidak memperhatikan ari-ari atau lupa memberi banten Kumara. Selain itu, dari pengalamannya, Ngurah Harta mengatakan ada juga anak-anak yang menunjukan ciri-ciri lain, khusuanya untuk usia anak-anak sekolah. Biasanya untuk usia ini, anak-anak akan menunjukkan ciri yang lebih spesifik lagi.

Salah satunya adalah sikap dari anak-anak ini. Anak yang terkena gangguan black magic umumnya akan memiliki karakter yang buruk dan cenderung menjadi anak nakal. "Hal ini tidak terlepas dari tujuan penggunaan black magic ini yang membuat susah orang tua dari anak tersebut, sehingga anaknya akan dibuat menjadi anak dengan tingkah laku yang buruk," paparnya.

Untuk memastikan anak terkena gangguan black magic, harus dilihat secara langsung. Karena untuk mendeteksi seorang anak terkena black magic tidak sama dengan mendeteksi penyakit medis. Ada beberapa hal yang menurut Ngurah Harta yang harus dilakukan. "Gangguan black magic ini merupakan dimensi yang berbeda, diperlukan media tertentu,” terangnya.

Dari pengalamannya, deteksi yang dilakukan dengan melihat aura dari anak tersebut. “Seberapa besar aura negatif yang ada pada diri anak tersebut," ungkapnya. Lantas, bagaimana cara mengatasi serangan black magic pada anak kecil ini? Dikatakannya, untuk mengobatinya juga diperlukan sarana yang berbeda.

Namun, pada umumnya untuk memusnahkan kiriman black magic ini, anak tersebut harus melakukan ritual panglukatan di pamerajan,menggunakan sarana kelapa gading dan memohon kesembuhan kepada para leluhur dan Ida Sang Hyang Widhi.Selain itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti memperkuat keimanan dengan bersembahyang dan memohon keselamatan, selanjutnya yang tak kalah pentingnya tidak berbuat jahat kepada orang lain.

(bx/gek/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news