Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese
Babad Pangeran Tangkas Kori Agung Di Pagan

Tangkas Kori Agung Ngambil Sentana ke Gusti Pasek Gelgel

25 Juni 2020, 17: 14: 31 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tangkas Kori Agung Ngambil Sentana ke Gusti Pasek Gelgel

ilustrasi (Pinterest.com)

Share this      

”Oleh karena bapak berasal dari sana, bapak minta kepadamu, bila kemudian ada anugerah Tuhan kepadamu dan I Gusti Ayu Tangkas, supaya ada yang memakai sebutan Bendesa Tangkas, supaya mudah leluhur kita mengingat keturunannya nanti di Sorga. ” (Babad Pasek oleh I Gusti Bagus Sugriwa, Halaman 82, Tahun; 1982 ).

Demikianlah kata - kata yang dikeluarkan Pangeran Tangkas Kori Agung, lalu Ki Gusti Pasek Gelgel berunding dengan saudara - saudara sepupu dan mindonnya. Akhimya disetujui oleh semua saudara - saudara Pasek, sehingga akhimya terjadilah perkawinan sesuai dengan permintaan Pangeran Tangkas Kori Agung.

Jadi status perkawinan ini adalah I Gusti Agung Pasek Gelgel selaku sentana yang kawin dengan I Gusti Ayu Tangkas Kori Agung, diupacarai di rumah Pangeran Tangkas Kori Agung  yang dihadiri keluarga I Gusti Pasek Gelgel.

Perkawinan I Gusti Ayu Tangkas Kori Agung dengan I Gusti Pasek Gelgel dikaruniai empat orang putra. Anak pertama bernama Pangeran Tangkas Kori Agung. Anak kedua Bendesa Tangkas. Anak ketiga Pasek Tangkas. Anak keempat Pasek Bendesa Tangkas Kori Agung.

Demikianlah keturunan Tangkas yang melanjutkan keluarga Tangkas di Bali. Karena keluarga Tangkas terus berkembang dan sangat erat hubungannya dengan raja dan masyarakat, maka keluarga Tangkas mendapat tugas penting dari raja, di antaranya:

1. Tangkas Kori Agung adalah pengawal terdepan dari raja. Hal ini dibuktikan oleh keikutsertaan Bendesa Tangkas memadamkan pemberontakan Batan Jeruk terhadap raja Dalem Bekung. Kryan Batan Jeruk dapat dikalahkan dan Batan Jeruk meninggal di Bunutan.

2. Karena jasanya sebagai pengawal terdepan dari raja, maka Tangkas diberikan tanda jasa oleh raja berupa:

1. Tangkas tidak boleh dihukum mati.

2. Tidak boleh dirampas arta bendanya.

3. Bila Tangkas harus dihukum mati, maka hukuman mati dapat dilakukan dengan hukuman buangan selama satu bulan.

4. Bebas pajak.

5. Bila Tangkas harus kena denda lainnya, harus dihapuskan.

Jasmat kataku, bila hakim berani melanggar, semoga terkutuk oleh Tuhan. Melakukan upacara yang ada di Besakih.

(bx/man/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news