Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese
Babad Pangeran Tangkas Kori Agung Di Pagan

Gusti Ayu Tangkas Kori Agung Lahirkan Empat Putra

26 Juni 2020, 17: 32: 25 WIB | editor : Nyoman Suarna

Gusti Ayu Tangkas Kori Agung Lahirkan Empat Putra

ilustrasi (Goodnewsfromindonesia.id)

Share this      

Uraian sejarah di atas menyebutkan bahwa keberadaan Tangkas di Desa Kertalangu dimulai sekitar tahun tahun Caka 1527 atau tahun 1604 Masehi, pasca runtuhnya Kerajaan Kertalangu. Belum ditemukannya sumber tertulis yang menyebutkan bahwa Tangkas (di Kertalangu) kembali ke Gelgel. Perkawinan antara Gusti Ayu Tangkas Kori Agung dengan Gusti Pasek Gelgel hingga membuahkan empat keturunan yaitu Pangeran Tangkas Kori Agung, Bendesa Tangkas, Pasek Tangkas, Pasek Bendesa Tangkas Kori Agung,  tidak disebutkan secara pasti apakah terjadi di Klungkung atau di Kertalangu. Namun menurut bukti yang ada di lapangan, beberapa keturunan Tangkas yang berada di Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, di antaranya memiliki kewajiban untuk ngempon Pura Pasek Gegel yang ada di Desa Sumerta (Kini Banjar Pande, Jalan Kecubung, Denpasar).

Wilayah ini dulunya termasuk wilayah Kesiman (Distrik Kesiman pada zaman Belanda, dan Kecamatan Kesiman semasa Orla dan Orba). Menurut beberapa versi sejarah, nama Kesiman yang berakar dari kata Sima, sebelumnya bernama Kertalangu.  yang meliputi wilayah sampai ke Abian Tubuh, sebagai bagian dari wilayah Kesiman.

Sumber sejarah di Puri Kesiman (Kedaton) menyebutkan, karena terjadi kekosongan kepemimpinan di Kertalangu, Raja Badung Ida Bhatara Sakti memerintahkan salah satu putranya bernama Kiyayi Agung Pemayun, adik seibu dari Kiyayi Anglurah Pemecutan IV untuk membangun puri di wilayah Kesiman. Kiyayi Anglurah Pemayun kemudian mendirikan Puri di Kesiman

Bhatara Sakti Pemecutan menugaskan Kiyayi Agung Pemayun untuk mengamankan Desa Petilan Pengerebongan Kesiman karena desa tersebut baru saja dikalahkan oleh Raja Badung. Desa ini merupakan pertahanan di bagian timur untuk mengantisipasi serangan dari wilayah Batubulan. Menurut sumber tersebut, Puri Kesiman didirikan tahun Caka 1539 atau tahun 1617, sekitar 12 tahun setelah  terjadinya kekosongan di wilayah Kertalangu karena runtuhnya Puri Kertalangu. Raja yang baru kemudian membangun puri di sebelah barat Pura Pengerebongan yang disebut Puri Kedaton Kesiman. Puri menghadap ke sebelah Barat di jalan menuju bukit Buwung dan beliau juga membangun tempat suci untuk persembahyangan di areal puri di bagian utara-tumur (Kaja Kangin).(Bersambung/man)

(bx/man/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news