Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese
Babad Pangeran Tangkas Kori Agung Di Pagan

Peran Tangkas Dalam Konstalasi Politik di Kerajaan Kesiman

27 Juni 2020, 06: 00: 59 WIB | editor : Nyoman Suarna

Peran Tangkas Dalam Konstalasi Politik di Kerajaan Kesiman

Puri Agung Kesiman, Denpasar tempo dulu. (Pinterest.co.uk)

Share this      

Sumber sejarah ini perlu dicermati kembali, mengingat angka tahun berdirinya Kerajaan Kesiman pasca runtuhnya Kerajaan Kertalangu, hanya berkisar sekitar 12 tahun (Saka 1539 atau tahun 1617 M). Pada masa itu Gelgel masih menjadi pusat kerajaan yang dipimpin oleh Raja Dalem Sagening, sedangkan Kesiman (Badung) masih sebagai bawahan kerajaan setingkat bupati. Pengangkatan Raja Kesiman adalah atas perintah Ida Bhatara Sakti yang memerintahkan salah satu putranya bernama Kiyayi Agung Pemayun, adik seibu dari Kiyayi Anglurah Pemecutan IV. Pertanyaannya, tahun berapakah Kiyayi Anglurah Pemecutan IV atau Ida Bhatara Sakti itu ada?

Sementara sejarawan Gora Sirikan dalam buku “Puri Agung Kesiman, Saksi Sejarah Kejayaan Kerajaan Badung” yang disusun Nyoman Wijaya menyebutkan, tahun 1813 ketika pendiri Kerajaan Denpasar I Gusti Ngurah Made Pemecutan mangkat, terjadi konstalasi politik. Putra sulung I Gusti Gde Kesiman membangun istana baru di Kesiman bernama Puri Agung Kesiman sekaligus menjadi raja dengan gelar I Gusti Gde Ngurah Kesiman. Sementara posisi Raja Denpasar II diserahkan kepada adiknya I Gusti Gde yang setelah dinobatkan menjadi raja bergelar I Gusti Gde Ngurah. Sejak itu kerajaan Badung berbentuk tri tunggal.

Sumber lisan menyebutkan, ketika terjadi kekosongan kepemimpinan di Kesiman, Tangkas yang menjabat sebagai prebekel bergelar Jro Gede Tangkas memohon kepada raja di Badung untuk mendudukkan salah satu keturunan raja di Badung sebagai raja di Kesiman. Inilah yang menjadikan keterkaitan antara Puri Kesiman dengan keturunan Tangkas di Kesiman.

Konstalasi politik tahun 1813, kemudian melahirkan kerajaan yang berpusat di Puri Kesiman. Pendirian ini juga tak lepas dari salah satu peran keturunan Tangkas yang terjalin lewat system (Pura, Puri, Purahita, Purana dan Para) yang menurut cerita, konon Jro Gede Tangkas sebagai pejabat, menghadap ke Badung untuk mendudukkan salah satu keturunan Pemecutan sebagai raja di Kesiman.

Ini membuktikan bahwa pasca runtuhnya Kertalangu hingga menjadi Kesiman,  beberapa keturunan Tangkas masih menetap di Kesiman dan memegang peranan penting di Puri Kesiman.

Keturunan Tangkas terus menyebar ke seluruh Bali akibat berbagai peristiwa seperti politik, perang, tugas kerajaan atau kejadian sosial. Dari Kesiman, beberapa keturunannya bergeser ke arah barat di wilayah Pagan, Kelandis.

Sesuai keyakinan orang Bali yang beragama Hindu dan percaya terhadap leluhur, keturunan Tangkas yang ada di Kesiman sepakat untuk membuat pura sebagai pemujaan terhadap leluhur. (bersambung/man)

(bx/man/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news