Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Panjat Tebing Merasa Sangat Ribet Latihan, Tali Harus Tersendiri

28 Juni 2020, 13: 30: 00 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Panjat Tebing Merasa Sangat Ribet Latihan, Tali Harus Tersendiri

SYARAT : Jika ingin berlatih di luar ruangan, tim panjat tebing PON Bali wajib ikuti persyaratan protokol kesehatan. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - KONI Bali memang memberikan solusi bagi cabor Pelatda Bali yang ingin berlatih di tempat terbuka. Hanya saja, diperlukan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Tim panjat tebing Bali harus mempertimbangkan matang-matang untuk melakukan latihan teknik di outdoor di kawasan GOR Ngurah Rai, Denpasar. "Banyak persyaratan untuk protokol kesehatan yang harus kami lakukan agar atlet PON Bali latihan outdoor dengan aman. Itu yang menjadi persyaratan yang kadang membuat kami banyak pertimbangan," ujar pelatih kepala tim panjat tebing PON Bali, Suhardi Eka Prasetya, akgir pekan kemarin.

Banyaknya persyaratan protokol kesehatan yang dilakukan tim panjat tebing, karena harus melakukan berkali-kali syarat tersebut. Dicontohkannya, untuk lintasan panjat tebing di kawasan GOR Ngurah Rai saat hendak digunakan harus disteril lebih dulu dan disemprot disinfektan.

Tak hanya itu, untuk latihan para atlet PON Bali jika ingin tetap bersih, masing-masing atlet harus menggunakan tali sendiri-sendiri. "Nanti sesudah atau sebelum antara satu atlet dengan atlet lainnya naik di lintasan masih harus disemprot disinfektan lagi," tetangnya.

Jika itu dilakukan membutuhkan waktu jeda cukup panjang. Termasuk atlet yang hendak berlatih harus juga badannya disemprot disinfektan. "Belum lagi mobilisasi atlet PON yang datang dari luar Denpasar. Apalagi sekarang ini untuk Denpasar terus bertambah pasien yang positif korona," imbuh pria yang juga Wakil Ketua II Pengprov FPTI Bali itu.

Lantas jika kondisinya demikian, maka kapan akan membentuk sekaligus menentukan delapan atlet yang layak menghuni Tim PON Bali? Suhardi tak memungkiri jika untuk menentukan 8 atlet tersebut masih harus dilakukan penilaian saat latihan.

"Memang harus ada penilaian selama latihan untuk para atlet yang nantinya dilihat perkembangan kualitas fisik dan tekniknya selama beberapa bulan ke depan. Kami sih berharapnya virus Korona ini cepat berlalu, sehingga kami cepat melakukan apa yang kami inginkan itu bisa berjalan," jelasnya.

Suhardi memperkirakan jika tidak ada halangan, maka pada sekitar September atau Oktober sudah 95 persen untuk penghuni Tim PON Bali. Tujuannya agar awal tahun depan sudah dijalakan program serius sebagai persiapan awal menghadapi PON XX/2021 di Papua mendatang. 

(bx/dip/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news