Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Tiga Pasar Besar di Buleleng Diurai, Cegah Klaster Baru

28 Juni 2020, 18: 50: 06 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tiga Pasar Besar di Buleleng Diurai, Cegah Klaster Baru

TRANSAKSI: Para pedagang dan pembeli melakukan transaksi di Pasar Banyuasri. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Tiga pasar tradisional di Buleleng akan diurai oleh Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng. Penguraian dilakukan untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 di Buleleng.

Ketiga pasar besar tersebut yakni Pasar Banyuasri, Pasar Bongkar Muat, dan Pasar Anyar. Nantinya, jarak antar para pedagang dan para pembeli saat berada di dalam pasar akan diatur, untuk mengantisipasi kerumunan.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa menjelaskan, sampai hari ini pihaknya belum menemukan data terkait klaster pasar di Buleleng seperti yang pernah terjadi di Desa Bondalem. Hanya saja pihaknya berharap agar hal tersebut tidak terjadi kembali di Buleleng, mengingat Buleleng memiliki tiga pasar besar yang berada di  kota.

 "Oleh karenanya, sangat perlu jaga jarak atau social distancing antar pengunjung di pasar dan juga antar para pedagang. Kita juga perlu menghitung dengan cermat hal ini, agar apa yang kita harapkan bersama tidak terjadi," ujar Suyasa.

Ia mencontohkan di Pasar Anyar Singaraja. Secara rasio, jumlah pedagang dan lapak yang tersedia sudah sangat cukup, sehingga tidak dibutuhkan adanya relokasi. Namun, persoalannya yang terjadi adalah seluruh pedagang di lantai II turun untuk berjualan, sehingga di atas kosong.

"Sekarang akan kami tertibkan. Bagi pedagang yang tidak memiliki register di lantai bawah, diarahkan untuk kembali berdagang di lantai atas. Ini adalah kewenangan yang dimiliki PD Pasar untuk mengatur," tuturnya.

Penerapan protokol kesehatan di pasar juga akan dilakukan dengan skema baru, seperti jalan keluar dan masuk pasar. Saat masuk pasar masyarakat wajib mencuci tangan, begitu juga saat keluar pasar, kembali untuk mencuci tangan.

 "Nah, ini artinya harus ada tempat cuci tangan, baik di pintu masuk dan keluar pasar. Yang tidak kalah penting juga di dalam pasar," tambah Suyasa.

Terpisah, Direktur Utama PD Pasar Buleleng, Made Agus Yudiarsana mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan penguraian terhadap pedagang dari Jalan Durian dan Jalan Sawo untuk dipindah ke lantai II. Sebanyak 90 pedagang sudah masuk dari total 116 tempat yang telah disediakan PD Pasar.

"Jarak antar pedagang terus kami evaluasi. Sebelumya, jarak yang telah diberikan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) yakni 1,5 m dikalikan dua," singkatnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news