Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Papah Nyuh Tertusuk Keloping Jadi Pangimpas Ilmu Hitam

Sarana Merukunkan Keluarga dan Pemanggil Roh  

29 Juni 2020, 05: 38: 44 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Papah Nyuh Tertusuk Keloping Jadi Pangimpas Ilmu Hitam

BERTUAH: Wujud papah nyuh tertusuk keloping yang dimiliki salah satu warga di Kabupaten Klungkung, yang merupakan warisan dari leluhurnya.     (Dewa Rastana)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS-Dalam kegiatan Agama Hindu, hampir semua bagian pohon kelapa dijadikan sarana upakara. Mulai dari janur, daun yang tua, juga yang sudah kering. Kemudian dari bunga hingga buahnya, dan tentu juga batangnya. Pohon kelapa memang sarat makna, apalagi diungkap nilai filosopi dan mitos yang menyertainya. 

Jika dihubungkan dengan mitos, salah satu bagian dari pohon kelapa yang sering kita temui adalah bagian papah atau pelepah. Jika seseorang bisa menemukan papah yang tertusuk keloping, maka hal itu banyak yang menyebut hal luar biasa. Tentu itu merupakan anugerah alam, yang diyakini akan mendatangkan kebaikan bagi pemiliknya.

Papah Nyuh Tertusuk Keloping Jadi Pangimpas Ilmu Hitam

Jro Mangku Dalang Badra (Dewa Rastana)

Menurut Jro Mangku Dalang Badra, Papah Nyuh (pelepah kelapa), sering dimaknai sebagai pemanggil roh. Menurut tutur tetua terdahulu, ketika ada orang yang jatuh, perlu dilaksanakan upakara Pangulapan terlebih dahulu. Sarana upakara itu salah satunya menggunakan papah nyuh.

“Pada awal upacara, papah nyuh tersebut akan ditepukkan ke tanah, ke segala penjuru mata angin. Saat menepukkan ke tanah, biasanya akan diminta memanggil nama orang yang jatuh tersebut agar segera pulang,” ujarnya kepada Bali Express (Jawa os Group) akhir pekan kemarin.

Sebab, diyakini ketika orang jatuh, rohnya bisa saja masih berada di tempat yang jatuh. Apalagi, jika orang bersangkutan mengalami cedera yang sangat serius hingga tidak sadarkan diri.

Selain itu, papah nyuh juga sering digunakan sebagai penolak bala di sawah. Banyak ditemui papah nyuh ini akan digantung di tengah-tengah pesawahan. “ Cara seperti itu diyakini untuk mengusir hama penyakit, yang bisa saja merusak pertanian tersebut,” imbuhnya.

Namun lain ceritanya, ketika menemukan papah nyuh tertusuk keloping. Hal ini diyakini sebagai pangimpas ngimpas (penolak) ilmu hitam, juga dipercaya bisa merukunkan keluarga, dan kemakmuran.

Untuk pangimpas desti (Ilmu Hitam), biasanya papah nyuh tertusuk keloping ini diletakkan di gedong suci atau tempat yang dianggap suci atau baik. “Selain itu, juga bisa diambil sedikit saja, dan dimasukan dalam badong atau mainan kalung, bisa dipakai pangimpas desti perorangan atau anak- anak,” jelas Jro Dalang Badra.

Jika digunakan untuk merukunkan keluarga, biasanya papah nyuh tertusuk keloping ini akan diambil sedikit, kemudian diletakkan di atas kusen tempat tidur atau di bawah kasur di bagian bawah kepala.

Untuk kemakmuran biasanya akan direndam, dan airnya akan dipercikkan di pekarangan, atau warung, tempat usaha yang diharapkan mendatangkan rezeki dan ketenangan.

Dikatakan, Guru Besar Perguruan Siwa Budha Maha Sidhi di Banjar Pengosekan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar ini, bagi orang spiritual yang menekuni bidang matetenger, tenung, dan menerawang, terkadang lubang dari papah yang ditancap keloping ini bisa digunakan sebagai meneropong hal niskala. Tentu itu akan dikombinasikan dengan kekuatan supra natural yang dimiliki tokoh spiritual tersebut.

Namun, untuk mencapai khasiat yang baik, tentu papah nyuh celepin (ditusuk) keloping ini, harus melewati beberapa proses. Mulai dari banten penyambutan di tempat ditemukan benda ini. Kemudian dilanjutkan dengan pembersihan dan penyucian. “Sebelum digunakan, tentu harus di-pasupati untuk menghidupkan energinya secara maksimal,” sambung penekun spiritual Pengusada Niskala, Gedong Suci Usadha Agung Bali Niskala ini.

Hanya saja, menurutnya, hal tersebut merupakan mitos-mitos yang digunakan untuk menciptakan sugesti kebaikan dengan simbol-simbol yang ada. “Bukan berarti itu melampui kekuatan Hyang Maha Kuasa terhadap hidup ini. Karena semua tercipta dari Beliau, serta semua akan lebur kembali pada Beliau,” pungkasnya.

(bx/ras/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news