Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Terungkap Orok Dilahirkan di Toilet, Dibekap Hingga Tewas

Fakta Baru Kasus Pembuangan Orok di Pemuteran

29 Juni 2020, 20: 47: 12 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Terungkap Orok Dilahirkan di Toilet, Dibekap Hingga Tewas

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto.   (Putu Mardika)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Fakta baru terkuak dalam kasus pembuangan orok hingga dimakan biawak awal Juni lalu, di Banjar Dinas Kembang Sari, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak. Usut punya usut, tersangka pembuangan bayi, KFS, 18, rupanya sempat melakukan aksi keji dengan membekap darah dagingya  itu hingga tak bernyawa.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto, menjelaskan, polisi memang telah menetapkan KFS sebagai tersangka. Pasca orok berjenis kelamin laki-laki itu di autopsi di RSUD Buleleng, pihaknya menemukan fakta baru. Dimana, sebelum membuang bayinya, KFS ternyata sempat membekap bayi tersebut hingga tewas.

Fakta tersebut dibuktikan dengan adanya gumpalan darah di sekitar tengkorak, serta bagian rahang bayi yang retak. “Tersangka melahirkan sendiri di kamar mandi secara normal. Setelah itu bayi bergerak,  tersangka kemudian membekap bayi itu hingga tewas, lalu dibuang di jalan setapak itu,” terang AKP Vicky, Senin (29/6) siang.

Disinggung terkait keterlibatan pihak lain, AKP Vicky menyebut kasus masih akan dikembangkan. Dalam waktu dekat polisi akan menggelar rekonstruksi, agar berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dapat segera dikirim ke Kejaksaan untuk ditindaklanjuti.

Sementara terhadap orok, pasca dilakukan autopsi, kini telah dikubur kembali di Setra Adat Desa Pemuteran. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, KFS dijerat dengan pasal 341 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. "Kami masih fokus ke KFS dulu. Untuk pacarnya, nanti dikembangkan. Kasus dalam waktu dekat akan dirilis sama Kapolres," singkatnya.

Sebelumnya, seorang warga Banjar Dinas Kembang Sari, Desa Pemuteran bernama Kadek Suwitra dibuat kaget karena melihat seekor biawak sedang menarik mayat bayi laki-laki, Minggu (7/6) sekitar pukul 14.00 wita di jalan setapak desa tersebut.

Spontan, saksi Suwitra langsung mengusir biawak dari tumpukan sampah tempat mayat bayi tersebut berada. Saat menyaksikan peristiwa mengerikan itu, Suwitra pun bingung dan memilih menunggu temannya yang datang dari melaut bernama Made Musti dan Putu Darmada.

Setelah teman-temannya datang, mereka melaporkan peristiwa itu ke aparat Desa Pemuteran. Terhadap mayat bayi laki laki tersebut telah dilakukan penguburan di kuburan Desa Pemuteran bersama pihak Desa Adat Pemuteran.

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news