Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Akibat Covid-19, Mantan Karyawan Hotel Buka Jasa Kurir Sepeda

29 Juni 2020, 20: 58: 23 WIB | editor : Nyoman Suarna

Akibat Covid-19, Mantan Karyawan Hotel Buka Jasa Kurir Sepeda

KURIR: Jasa antar barang dengan sepeda yang tergabung dalam kelompok Kurir Sepeda Antar Baik. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pandemi Covid-19 yang telah berlalu selama 4 bulan ini mengakibatkan karyawan hotel dan restoran banyak terkena dampak, baik dirumahkan bahkan di-PHK.

Itu pula yang dialami Muhammad Indra Gunawan. Laki-laki 30 tahun ini dirumahkan oleh pihak hotel tempatnya bekerja karena pandemi Covid-19 ini. Untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, pria yang akrab disapa Igun ini lantas tak berdiam diri. Ia membuka layanan jasa kurir sepeda. Layanan ini merupakan layanan jasa pesan antar menggunakan sepeda. Layanan ini ia beri nama jasa Kurir Sepeda Antar Baik.

Ditemui di Denpasar, Igun menyampaikan, usaha layanan kurir sepeda ini awalnya dilakoni sendiri. Kemudian ada beberapa orang yang bergabung dan hingga kini anggota Antar Baik sudah 11 orang. Seluruh anggotanya memiliki nasib yang sama seperti Igun. Namun ada juga beberapa dari mereka masih bekerja dengan waktu yang tidak tentu karena pandemi ini. “Awalnya sih sendiri, karena senang sepeda juga. Lama-lama karena kondisi saya seperti ini, coba dimanfaatkan saja. Coba buka jasa layanan pesan antar, eh ternyata ada juga yang minat. Lalu banyak yang gabung karena punya nasib yang sama. Tapi ada juga teman kami yang masih kerja. Itu pun hanya 3 hari atau beberapa hari saja. Sisanya senggang, ya kami ajak gabung dalam anggota Antar Baik ini. Hasilnya kami serahkan ke anggota masing-masing. Lumayanlah cukup untuk beli makan,” ujar pria asal Makasar ini.

Selama membuka jasa layanan Antar Baik, respon masyarakat cukup baik. Selama seminggu, ia sudah mendapatkan sekitar 20-an pelanggan yang menggunakan jasanya. Ada pun pelanggan yang dilayani tersebar di wilayah Denpasar, Kuta, Seminyak hingga Kerobokan. “Kebanyakan mereka memesan untuk dibawakan makanan. Tapi ada juga yang meminta untuk diantarkan dokumen-dokumen,” ucapnya.

Untuk teknis pemesanan, pelanggan bisa melakukan via aplikasi WhatsApp atau lewat akun instagram @antarbaik. “Jika pesanan sudah masuk, nantinya saya yang menentukan kurir yang terdekat untuk melakukan pengantaran di wilayah itu ke pelanggan,” ungkapnya.

Ia pun menjelaskan layanan jasa antar dengan sepeda ini lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan emisi karbon yang dapat mencemari udara. “Jasa sepeda ini, menurut kami bersih, karena tidak menimbulkan emisi karbon. Hanya saja kelemahan kami lebih lama sampainya. Kami pun sudah sampaikan ke pelanggan, jika menggunakan jasa kami, barang dijamin sampai tapi jangan berharap cepat sampai,” tuturnya.

Walaupun banyak dukungan dari masyarakat terkait keberadaan jasa kurir sepeda ini, bukan berarti tidak ada kendala yang melintang. Selain menggunakan tenaga ekstra untuk mengayuh sepeda, ban bocor di jalan merupakan salah satu hal yang paling sering dialami. “Paling sering bannya bocor. Makanya kami imbau kepada seluruh anggota untuk selalu membawa tools box. Jika tidak ketemu bengkel, bisa menanganinya secara mandiri. Selain itu, hujan juga jadi kendalanya. Jadi ribet juga untuk saving barangnya. Biasanya kalau ketemu hal-hal yang begitu kami infokan ke pelanggan agak telat 15 menit dan mereka mau nunggu,” kata dia.

Untuk biaya pengirimannya Igun membagi menjadi 3 zona wilayah. Yang pertama meliputi Denpasar dan Sanur dengan ongkos Rp 15 ribu. Kedua meliputi Kuta, Legian dan Seminyak dengan ongkos Rp 20 ribu. Dan yang ketiga meliputi Keobokan, Jimbaran dan Canggu dengan tarif Rp 35 ribu. Jasa layanan ini dilakukan mulai pukul 08.00 hingga Pukul 18.00 sore. “Kalau di luar wilayah ketiga zona itu kami lakukan kesepakatan dulu terkait ongkirnya. Kalau cocok kami ambil, kalau tidak ya kami tidak ambil. Karena kami juga memikirkan jarak tempuh dan kami tidak mungkin stay di tempat pengiriman, harus balik lagi kan. Kalau jamnya, hanya sampai jam 6 sore. Kalau ada yang pesan lewat jam itu, kami akan antarkan sesuai kebutuhannya. Kalau mendesak kami antarkan dengan syarat tidak cepat sampai. Tapi kalau tidak urgent, kami akan minta untuk mengantarnya keesokan harinya. Itu kalau pelanggannya mau,” tegasnya.

(bx/dhi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news