Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Cok Ace Ingatkan Industri Pariwisata Protokol Era Baru

30 Juni 2020, 08: 55: 32 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Cok Ace Ingatkan Industri Pariwisata Protokol Era Baru

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati   (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang populer dengan nama Cok Ace, meminta para pelaku industri pariwisata untuk serius menerapkan protokol kehidupan era baru. Sebab, pariwisata merupakan sektor usaha yang mengandalkan kepercayaan konsumen atau wisatawan. Dan, kepercayaan tersebut harus dijaga.

Cok Ace menekankan itu, saat memimpin rapat Persiapan Protokol Era Baru Bidang Pariwisata, Senin (29/6). Rapat yang digelar di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali ini, dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, pimpinan atau perwakilan Dinas Pariwisata kabupaten/kota, serta asosiasi pariwisata.

“Semua harus dijalankan dengan serius dan ketat. Tidak boleh lengah sedikitpun. Jika ada pengusaha yang bermain curang dengan tidak menerapkan protokol era baru harus segera ditindak. Jika perlu dilarang beroperasi selama masa ini,” jelasnya.

Selain itu, dia juga menekankan soal peningkatan dan penambahan infrastruktur. Khususnya fasilitas kesehatan. “Meskipun kita tidak mau ada wisatawan yang sampai terjangkit Covid-19 di sini, namun setidaknya kita harus menyiapkan segala kemungkinan terburuk,” imbuhnya.

Menurutnya, ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai, juga berguna untuk menjaga kepercayaan wisatawan kepada industri pariwisata Bali. Terlebih, sambung dia, hasil survei menyebutkan bahwa sekitar 86 persen wisatawan dunia sudah rindu berkunjung ke Bali. Karena itu, di kesempatan yang sama dia juga meminta peran dan tanggung jawab asosiasi pariwisata untuk memastikan seluruh anggotanya menerapkan protokol tersebut.

“Anda menjamin para anggota sudah menerapkan protokol ini. Misal PHRI, sudah memastikan jika semua hotel dan restoran sudah menerapkan protokol era baru dan tersertifikasi. Begitu juga dengan asosiasi lainnya,” tukasnya.

Masih soal protokol, dia menekankan agar disusun dengan mengacu pada standar yang berlaku. Baik standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kementerian Pariwisata, Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi Bali.

Bahkan, dia juga mewanti-wanti agar hal ini sudah bisa dilaksanakan segera. Karena Pemprov Bali akan mulai melakukan pelonggaran mulai 9 Juli 2020 mendatang. “Sebelum 9 Juli, semua pelaku pariwisata, seperti hotel, restoran, daya tarik wisata, transportasi, dan travel agent, sudah harus mengantongi sertifikasi protokol new normal,” tegasnya.

Sebelumnya, Kadis Pariwisata Putu Astawa memaparkan tentang tahapan protokol tatanan kehidupan Bali era baru bagi industri pariwisata. Dia menjelaskan, sertifikasi tersebut bertujuan untuk memberikan pengakuan bahwa usaha tersebut telah memenuhi standar.

“ Memastikan aspek keamanan dan kesehatan yang komprehensif bagi konsumen, serta untuk meningkatkan daya saing usaha pariwisata dari aspek produk, pelayanan, dan pengelolaan,” jelasnya.

Dia menyebutkan, blanko penerbitan sertifikat disediakan pihaknya di Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Bagi para pengusaha pariwisata yang akan mengikuti, bisa mengunduh di website disparda.baliprov.go.id

Kemudian melakukan assessment mandiri dengan cara mengajukannya ke tim verifikator masing-masing asosiasi. Jika dinilai layak oleh tim verifikator, maka sertifikat bisa diterbitkan dan siap melayani wisatawan di era normal baru ini. 

(bx/hai/rin/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news