Sabtu, 11 Jul 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Sembunyi di Bak Truk, Penumpang Asal Bima Terjaring di Klungkung

30 Juni 2020, 20: 04: 56 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sembunyi di Bak Truk, Penumpang Asal Bima Terjaring di Klungkung

DICEGAT: Petugas gabungan di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem mendata sekaligus memberikan penjelasan kepada belasan penumpang terkait syarat melakukan perjalanan. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Kepadatan yang terjadi di area Pelabuhan Padang Bai, Karangasem menjadi peluang bagi oknum untuk lolos dari pemeriksaan. Seperti yang dilakukan belasan penumpang asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kedapatan masuk Bali dengan menumpang di bak truk.

Beruntung keberadaan mereka diketahui petugas. Belasan warga Bima itu akhirnya dikembalikan setelah Gugus Tugas Covid-19 Karangasem menerima laporan dari petugas di Klungkung setelah terjaring di sana.

"Situasi saat ini memang padat. Mereka memanfaatkan kelengahan petugas," ujar Koordinator Bidang Transportasi Publik dan Pintu Masuk Gugus Tugas Covid-19 Karangasem Ida Bagus Putu Suastika, Selasa (30/6).

Dijelaskan, sebanyak 12 penumpang laki-laki dan tiga perempuan itu menumpang di bak truk. Petugas terkecoh lantaran di dalam bak juga ada barang-barang. Bak itu juga ditutup terpal sehingga bagian dalamnya tak terlihat.

Petugas tak sempat memeriksa setiap muatan kendaraan logistik itu karena harus mengutamakan proses bongkar muat kapal. Bongkar muat dipercepat beberapa menit dari biasanya agar antrean tidak menumpuk. Saat ini hanya satu dermaga yang aktif. Dermaga II tidak dioperasikan karena terhalang kapal tenggelam.

"Petugas sudah (jaga) maksimal. Ke depan kami akan perketat lagi pemantauan penumpang yang masuk (Bali). Kami sudah sampaikan itu, minta ke petugas," ucap Kepala Dinas Perhubungan Karangasem ini.

Kata Putu Suastika, belasan penumpang itu hendak menuju Klungkung guna bekerja sebagai buruh kupas bawang. Tak lama di sana, mereka terjaring petugas. Satpol PP Klungkung lantas berkoordinasi dengan Satgas di Pelabuhan Padang Bai agar penumpang tersebut dikembalikan ke daerah asal.

"Mereka terbukti tidak membawa dokumen syarat untuk melakukan perjalanan dalam masa pandemi Covid-19 seperti hasil rapid test. Warga Bima itu dikembalikan. Jika dokumen lengkap, tidak masalah. Saat rapid test hasilnya non-reaktif," jelas IB Suastika.

Suastika memastikan aturan tetap berlaku. Bagi penumpang yang tidak bawa dokumen hasil tes kesehatan akan dikembalikan. Dia juga meminta petugas memperketat penjagaan pintu masuk pelabuhan demi memutus penyebaran korona. Ini sesuai Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Nasional.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news